• Suka JOKOWI

  • My Twetter

    Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

  • Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Bergabunglah dengan 5 pengikut lainnya

Indonesia Miliki 13.466 Pulau

Jakarta – Survei nama-nama pulau di Indonesia yang dilakukan Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi sejak tahun 2007 hingga akhir 2010 menunjukkan jumlah pulau di Indonesia 13.466 pulau. Meski ini masih laporan sementara, jumlah pulau di Nusantara tidak lebih dari itu.

Kepala Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional Asep Karsidi menyampaikan hal ini pada Lokakarya ”Peranan UNGEGN (United Nations Group of Experts on Geographical Names) dalam Menunjang Kegiatan Tim Nasional dan Panitia Pembakuan Nama Rupabumi” di IPB International Convention Centre, Kamis (7/4) di Bogor.

Asep yang juga menjadi Ketua Tim Pelaksana Survei Pembakuan Nama mengatakan, jumlah itu ditetapkan berdasarkan inventarisasi dan verifikasi nama-nama pulau yang dilakukan timnya dan koordinat yang diperoleh untuk tiap pulau. ”Dengan penetapan koordinat, tidak mungkin ada satu pulau dengan lebih dari satu nama,” kata Asep yang merangkap menjadi Sekretaris Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi (Timnas PNR).

Selama ini, kata Asep, tidak sedikit nama pulau di daerah memiliki beberapa nama. Di Sulawesi Selatan, misalnya, ada Pulau Kare-kare yang memiliki lebih dari satu nama. Beberapa suku yang tinggal di sekitar lokasi memberikan nama sendiri untuk pulau yang sama.

Keluarnya data verifikasi ini, menurut Asep, otomatis akan menggugurkan jumlah pulau yang selama ini digunakan, yaitu 17.508 pulau. ”Jumlah itu tidak ada dasarnya. Kemungkinan gosong juga diinventori sebagai pulau. Padahal, menurut ketentuan PBB, pulau adalah obyek yang masih tampak saat air laut pasang,” katanya. Gosong didefinisikan sebagai gundukan pasir atau terumbu karang yang tenggelam saat pasang naik air laut.

Adapun pemilihan dan pembakuan nama dilakukan dengan beberapa ketentuan, yaitu mengambil nama lokal yang diakui masyarakat setempat, nama pulau disebutkan dalam cerita rakyat, dan tercatat dalam peta lama atau arsip.

Laporan ke PBB

Daftar nama rupabumi (gasetir) khusus untuk pulau besar dan kecil di Indonesia ini telah dibukukan akhir Maret lalu. Data tersebut akan disampaikan dalam sidang UNGEGN di Vienna, Austria, 2 – 6 Mei mendatang. Pelaporan jumlah nama-nama pulau ini kepada PBB lebih cepat dari jadwal semula, yaitu tahun 2012.

Setelah pelaporan kepada PBB akhir tahun ini, Kementerian Dalam Negeri akan merilis secara resmi daftar nama-nama tersebut. Sebelumnya, daftar nama pulau tersebut akan dikukuhkan dengan peraturan Presiden dan menjadi referensi resmi negara untuk penyelenggaraan pemerintahan, pendidikan, atau kepentingan lain.

Pembakuan nama pulau, kata Asep, merupakan prioritas pertama yang dilakukan Timnas PNR. Masih ada beberapa nama geografi lain yang akan diverifikasi.

Sudah diperkirakan

Timnas PNR diketuai oleh Menteri Dalam Negeri. Pembentukan struktur Organisasi dan Operasional Timnas PNR ditetapkan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2006.

Pembakuan nama rupabumi di Indonesia dilakukan dengan sejumlah agenda, antara lain mewujudkan Gasetir Nasional serta mewujudkan data dan informasi geospasial yang akurat.

Jumlah pulau di Indonesia yang jauh di bawah angka 17.508 telah diperkirakan pada tahun 2008 oleh Jacub Rais, pakar toponimi atau penamaan unsur di muka bumi yang wafat 28 Maret 2011. Perkiraan itu berdasarkan hasil verifikasi Timnas PNR di 25 provinsi pada tahun itu yang juga melibatkan tim dari Direktorat Pemberdayaan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Ketika itu Jacub, mantan Kepala Bakosurtanal, mengatakan, penyebutan jumlah pulau di Indonesia tidak berdasarkan survei yang menyeluruh. Meski demikian, menurut Jacub, tahun 1987 Indonesia melaporkan pada Konferensi PBB perubahan jumlah pulaunya dari 13.667 menjadi 17.508 pulau.

Menurut data di Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan Departemen Dalam Negeri, sampai Juni 2008, terakumulasi 8.172 pulau dari 25 provinsi yang telah diverifikasi.

KOMPAS

Iklan

Obama dan Kritik Agresi Libya

Khadafi dan Obama sama-sama pusing menanggapi serangan udara dan hujan kritik.

Penyerangan militer koalisi pimpinan Amerika Serikat ke Libya semakin meningkat intensitasnya dari hari ke hari. Serangan ini tak hanya membuat pusing Muammar Khadafi, tapi juga Presiden AS Barack Obama yang dikejar pertanggungjawaban oleh Kongres.

Pesawat jet tempur canggih milik tentara koalisi, AS, Inggris dan Prancis, telah berkeliaran di langit Libya sejak diterapkannya Resolusi Dewan Keamanan PBB 1973, pada Kamis, 17 Maret 2011. Resolusi ini mengatur zona larangan terbang. Artinya, semua pesawat jet tempur Libya dilarang mengudara. Jika tetap nekat, maka akan ditembak sampai binasa.

Itu bukan gertak sambal. Pesawat jet tempur pertama Libya yang melanggar, dihancurkan pada Kamis, 24 Maret 2011. Menurut laporan Telegraph, pesawat itu terdeteksi mengudara oleh sistem pelacak angkatan udara Prancis. Sesaat setelah mendarat di pangkalan udara di Misurata, jet itu dirudal oleh pesawat tempur Rafale milik Prancis, dan hancur berkeping-keping.

Sementara itu, di beberapa tempat di kota Tripoli, warga menggelar pemakaman massal korban bombardir pesawat koalisi. Menurut juru bicara pemerintah Libya, Mussa Ibrahim, korban sipil tewas akibat penyerangan itu telah mencapai 100 orang.

Mussa mengatakan serangan itu salah alamat. Aksi itu bukan melindungi warga sipil, tapi malah membunuhi mereka. Ditambah lagi, penyerangan akan semakin menguatkan dan memberikan dukungan moral bagi para pemberontak. Mereka juga memiliki persenjataan, walaupun tak sehebat tentara Libya, tapi cukup mumpuni melakukan serangan.

Tapi hal ini tak membuat penyerangan berhenti. Berdalih Resolusi DK PBB 1973, tentara koalisi menggempur berbagai titik penting pertahanan militer Libya. Paling banyak diincar adalah basis militer dan landasan pacu pesawat jet tempur Libya yang tersebar di Tripoli, maupun kota sekitarnya. Mereka mengatakan ratusan rudal dilepaskan ke tempat itu, untuk mencegah pesawat Libya mengudara. Tujuan lain adalah mematikan langkah Khadafi menurunkan pasukannya.

Memang, serangan atas Libya ini membuat kekuatan militer Khadafi berkurang pengaruhnya. Di beberapa tempat, seperti di Ajdabiya dan Benghazi, tentara Khadafi dilaporkan kewalahan. Mereka dikabarkan akan menyerah kepada tentara koalisi.

Selain diserang koalisi, tentara Khadafi di wilayah ini dilaporkan telah hilang kontak dengan markas besar. Tak lama lagi, Ajdabiya akan segera jatuh ke tangan tentara pemberontak.

Meski begitu Khadafi sepertinya tak berniat turun. Di tempat tersembunyi, dia mengirim pesannya kepada khalayak yang disiarkan di stasiun televisi pemerintah. Dengan keras dia mengatakan tak akan menyerah. Dia berjanji akan membalikkan setiap serangan yang dialamatkan kepadanya. Tak lupa sang kolonel sesumbar, bahwa pada akhirnya Libya akan menang.

“Serangan ini, dilakukan oleh sekumpulan orang-orang fasis Barat yang akan berakhir di tempat sampah sejarah,” tegas Khadafi.

NATO ambil alih

Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) sepakat memimpin operasi zona larangan terbang di Libya. Namun, NATO tak sampai ikut-ikutan Koalisi membombardir wilayah Libya.

Menurut kantor berita Associated Press, keputusan itu diumumkan Sekretaris Jenderal NATO, Anders Fogh Rasmussen, di Belgia, Kamis malam waktu setempat (Jumat dini hari WIB).

NATO diperkirakan mengambil alih kendali operasi zona larangan terbang dalam kurun waktu 72 jam. Koalisi Internasional tetap akan beroperasi, yaitu terfokus pada misi pengeboman atas kekuatan militer Khadafi dalam rangka melindungi warga sipil Libya, seperti diamanatkan dalam resolusi Dewan Keamanan PBB 1973.

“Saat ini akan ada operasi Koalisi dan operasi NATO,” kata Rasmussen. “Kami sedang mempertimbangkan apakah NATO harus mengemban tanggungjawab lebih luas, sesuai resolusi Dewan Keamanan PBB. Namun, keputusan itu belum dicapai,” lanjut dia.

Walaupun NATO akan memimpin operasi penegakan zona larangan terbang di Libya, tapi peran Amerika Serikat masih sangatlah vital. Padahal, sebelumnya Amerika Serikat mengatakan mereka akan berperan terbatas dalam operasi di Libya. Mereka juga tak akan menurunkan pasukan darat ke negara tersebut.

Memang benar, 75 persen penyerangan di lapangan dilakukan Inggris dan Prancis. Tapi tetap saja Amerika Serikat adalah ketua pasukan koalisi dan penggerak serangan di Libya. Sebagai catatan, Amerika Serikat adalah pelopor serangan ke beberapa kompleks militer, dan kediaman Muammar Khadafi pada pekan lalu.

Kritik buat Obama

Penerapan Resolusi DK PBB 1973 dinilai salah kaprah. Niat awal melindungi warga sipil, malah justru membantai warga sipil. Presiden Amerika Serikat Barack Obama menjawab hal ini.

Kepada kantor berita Miami Herald, Selasa, 22 Maret 2011, Obama mengatakan jatuhnya korban sipil adalah harga harus dibayar untuk menegakkan perdamaian, dan perlindungan warga sipil lebih banyak lagi.

“Aksi ini menimbulkan, sedikit, korban dari warga sipil,” ujar Obama.

Sebelumnya beberapa negara Amerika Latin, diantaranya Venezuela, Bolivia, Nikaragua, Ekuador, Brazil, Argentina dan Uruguay, telah menyampaikan kritik terhadap jatuhnya korban sipil dalam penyerangan ke Libya.

Obama menanggapi kritikan ini dengan mengatakan “politik internasional selalu saja rumit. Terdapat banyak negara dengan berbagai kepentingan di dalamnya.”

Obama menekankan bahwa aksi ini berada di bawah Resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB 1970 dan 1973. Dia juga mengatakan ini adalah keputusan komunitas internasional yang diambil ketika seorang pemimpin, Muammar Khadafi, menggunakan kekuatan militer untuk menggempur rakyatnya.

“Selalu saja akan ada beberapa pihak yang mengkritik apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya, apapun itu. Namun aksi intervensi kali ini bukan saja didukung oleh Dewan Keamanan PBB, tapi juga didukung oleh Liga Arab,” ujar Obama.

Itu jawaban Obama atas kritikan dari luar. Tapi gelombang kritik dari dalam datang dengan deras, dan memojokkan sang presiden.

Sebagian besar anggota kongres Amerika Serikat dari berbagai negara bagian menolak aksi militer atas Libya. Bukan apa-apa, Obama dikatakan telah lancang mengeluarkan perintah penyerangan dengan menggunakan tentara Amerika Serikat tanpa sebelumnya meminta restu dari kongres AS.

John Boehner, anggota parlemen dari Ohio mengirimkan surat kepada Obama terkait penyerangan ke Libya. Dilansir dari laman CNN, Jumat, 25 Maret 2011, dia mengatakan “Kapasitas militer AS telah digunakan untuk berperang tanpa memberikan penjelasan benar kepada rakyat Amerika, Kongres, dan para tentara mengenai apa sebenarnya tujuan misi di Libya, dan apa peran Amerika Serikat dalam misi tersebut.”

Komentar Boehner tersebut barulah satu kritik tajam, menyusul arus gencar kritik pedas lainnya.

Candice Miller, anggota kongres dari negara bagian Michigan, mengatakan Obama harus menarik semua pasukannya di Libya karena pemerintahan Obama gagal memberikan penjelasan. Obama juga tidak meminta izin terlebih dulu kepada kongres.

“Tuan presiden, anda telah gagal memberikan penjelasan yang jelas dan meyakinkan mengenai kepentingan nasional pada serangan tersebut, yang telah mengintervensi kepentingan Libya. Anda harus menarik tentara kita dari pasukan koalisi secepatnya,” ujar Miller.

Komentar senada disampaikan oleh Tom McClintock, anggota kongres dari negara bagian California. Dia mengatakan Obama telah melanggar Undang-undang perang AS tahun 1973, dan pembatasan konstitusional lainnya dengan memerintahkan agresi militer.

“Tindakan presiden telah melampaui wewenang dan hak kongres AS dalam melaksanakan titah konstitusi dan tindakan tersebut bertentangan dengan hukum,” ujar McClintock.

John Tierney, anggota kongres dari Salem, mengatakan kongres tidak akan tinggal diam menanggapi campur tangan AS  berlarut-larut di Libya.

Dia mengatakan jika saja Obama meminta izin terlebih dulu kepada kongres sebelum memasuki Libya, sesuai yang diatur oleh konstitusi, anggota kongres akan menanyakan pertanyaan seputar misi, anggaran dan rencana menarik diri.

“Itu sebabnya masalah ini harus melalui kongres, karena sekali kau terlibat, maka akan sangat sulit menarik diri dari peperangan,” ujar Tierney.

Obama dilaporkan belum berkomentar mengenai hal ini. Namun sumber dari Partai Republik mengatakan kepada CNN, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, Menteri Pertahanan Robert Gates, Kepala Staf Gabungan Militer Mike Mullen dan Direktur Intelijen Nasional James Clapper, akan  menjelaskan kepada anggota kongres pada 30 Maret mendatang.

Ongkos mahal

Keluhan anggota kongres antara lain adalah besarnya biaya perang yang dikeluarkan oleh pemerintah Amerika Serikat. William DiMento, veteran perang yang menjadi pengacara kota Swampscott, negara bagian Michigan, mengatakan dalam sepekan, biaya perang mencapai lebih US$2 miliar, atau sekitar Rp17,4 triliun.

“Itu terlalu mahal dan tak ada alasan mengapa kita tetap bertahan di tempat itu. Saya tak rela jika tentara kita mati di negara itu,” ujar Dimento.

Dia mengatakan uang sebesar itu sebaiknya digunakan menyelesaikan permasalahan di dalam negeri. Lebih baik lagi, misalnya, uang dipakai untuk menyediakan bantuan kemanusiaan pemulihan Libya.

Pihak Gedung Putih mengatakan dana misi di Libya menggunakan anggaran pertahanan dari Pentagon. Berapa ongkos yang disediakan buat menggempur tentara Khadafi itu? “Saya tak tahu jumlahnya. Saya bukan ahli ekonomi,” ujar juru bicara Gedung Putih, Jay Carney. (VIVAnews)

5 Negara Paling Ngeri di Dunia

5. Russia


Di Rusia, ada lebih banyak gangster daripada polisi. Orang Rusia dibunuh tiap 18 menitnya, dan rata-rata terjadi 84 kasus pembunuhan sehari dari toal jumlah penduduk sebanyak 143 juta jiwa.

Pusat kriminalitas Rusia berada di Republik Chechnya, daerah dalam Rusia tepatnya sebelah utara Georgia.

Pelacuran, perdagangan narkoba, dan rumah makan bawah tanah secara arbitrer dikuasai oleh orang Chechnya.

Orang asing diculik lebih sering karena tebusan yang lebih tinggi.

Tindakan kriminal lainnya: pencurian dompet, ponsel, kamera, uang, dan penyerangan fisik.

Dari negara Super-Power sampai negara dunia ketiga bertanya-tanya apakah komunisme benar-benar menjadi obat untuk Rusia.

4. Afghanistan

Negara ini selama ratusan tahun, menjadi salah satu wilayah di dunia yang paling strategis dan diperebutkan oleh banyak pihak.

Padahal negara ini termasuk negara yang miskin, sulit berkembang, dan memiliki keadaan ekonomi dan politik yang tidak stabil.

Pada waktu Uni Soviet menginvasi daerah ini, Pasukan Merah Rusia menanam lebih dari 12 juta ranjau darat di Afghanistan. Ratusan orang tewas, tercabik-cabik, dan lumpuh akibat ledakan ranjau yang dipasang.

Setelah Uni Soviet mendatangi Taliban ,Taliban menyatakan kontrol wanita dilarang dari pekerjaan dan universitas.

Pada 2001, Amerika Serikat menggulingkan Taliban. Tetapi penggarongan, persaingan suku dan penggunaan obat-obatan terlarang yang marak menggambarkan kekerasan sudah menyebabkan negara ini menjadi tidak stabil.

Pemboman bunuh diri adalah ancaman terus-menerus, dan tak seorang pun di Afganistan aman.

Serangan bunuh diri yang paling maut terjadi di propinsi Baghlan pada November 2007, yang menewaskan lebih dari 70 orang.

Selain itu, Afganistan juga termasuk pemasok ganja dan candu terbesar di dunia.

3. Somalia


Somalia adalah negara yang pemerintahannya gagal akibat dari anarkinya, korupsi, kekurangan pemerintah, dan kelaparan.

Para turis diperingatkan agar tidak memasuki Somalia, yang menyatakan diri nya “Republik Merdeka Somaliland” atau berlayar dekat “Terompet Afrika”.

Bajak laut mengawasi perairan ini yang diperlengkapi dengan AK-47 dan akan merampas barang2 dan menahan anda untuk dijadikan tebusan.

Perkelahian antar suku sudah meminta ribuan jiwa di sebelah utara Somalia. Sedangkan di ibu kota, Mogadishu diperebutkan oleh banyak suku dan pemimpin perang.

Etiopia pernah menyerang tentara Islamiah di Somalia pada akhir 2006, dan menyebabkan ratusan korban tewas dan ribuan korban penggusuran.

Jika anda benar-benar terpaksa ke daerah ini, yakinkanlah asuransi anda masih berlaku.

2. Sudan

Keputus-asaan, kematian dan perusakan ialah “simbol” dari negara Sudan.

Terorisme adalah masalah utama bangsa ini, yang sudah dikuasai oleh rezim militer Islamiah sejak kemerdekaannya.

Beberapa pembunuh terkenal dunia telah menjejakkan kakinya di Sudan. Mereka melakukan aksinya dengan mengebom mobil, peluncuran roket dan pembantaian massal.

Kekerasan banyak terjadi di daerah Darfur di antara milisi pemback-up pemerintah, tentara pemerintah dan kelompok-kelompok pemberontak lokal.

Sudan juga telah menyebabkani perang terbuka dengan Cad yang berkaitan dengan konflik Darfur.

Sejak 2003, 230.000 orang pengungsi Sudan sudah melarikan diri ke Cad timur dari Darfur.

Lebih dari dua juta orang tewas dalam 2 perang saudara yang terjadi selama 50 tahun terakhir.

Dengan kondisi gurunnya yang suram, Sudan adalah salah satu tempat yang paling jelek di planet ini.

1. Irak

Tidak masalah entah anda adalah George Bush, Pele atau Chuck Norris – anda tidak akan pernah aman di Irak.

Meskipun negara ini kaya akan cadangan minyaknya, tetapi Irak adalah negara yang hancur dimana identik dengan kekerasan, keputus-asaan dan kebingungan.

Sejak 2003, Amerika Serikat sudah menduduki Irak dan menyebabkan perang saudara yang meminta korban lebih dari 650 000 penduduk sipil.

Al-Qaeda, pemberontak Sunni, angkatan perang keamanan Shiite, pemberontak Kurdish, tentara Amerika, tentara Turki dan penjahat kriminal dilibatkan di siklus kekerasan yang sayangnya, tidak akan mereda dengan cepat tiap saat.

Ranjau yang diimprovisasi/ Improvised Explosive Devices (IEDs), Explosively Formed Penetrators (EFPs) dan ladang ranjau adalah ancaman terus-menerus, seperti pesawat pembom bunuh diri yang juga sudah membunuh ratusan orang.

Penculikan dan pembunuhan acak dilaporkan dengan hampir membuat pikiran mati rasa frekuensi.

Sejak 2003, 2 juta orang Irak sudah melarikan diri ke negara tetangga dan 1,9 juta lainnya tetap tinggal di Irak dengan tergusur dari rumah mereka.

Uranium yang dihabiskan yang dipakai sebagai putaran untuk menembus baju baja akan meracuni penduduk sipil Irak dan montir AS selama beberapa dasawarsa.

Sungguh, inilah neraka di bumi.

Seks Bisa Membunuh?

Semburan mendadak dalam intensitas sedang hingga aktivitas fisik intens, seperti jogging atau berhubungan seks, secara signifikan meningkatkan risiko terkena serangan jantung, terutama pada orang yang tidak mendapatkan latihan rutin.

Dokter telah lama mengetahui bahwa aktivitas fisik dapat menyebabkan masalah jantung yang serius, tetapi studi terbaru yang dilakukan peneliti Amerika Serikat membantu untuk mengukur risiko, kata Dr Issa Dahabreh dari Tufts Medical Center di Boston, yang studinya dimuat dalam Journal of American Medical Association.

Tim ini menganalisis data dari 14 studi melihat hubungan antara latihan, seks dan risiko serangan jantung atau kematian jantung mendadak, irama jantung yang mematikan yang menyebabkan jantung berhenti mengalirkan darah.

Peneliti menemukan orang cenderung 3,5 kali lebih mungkin mendapatkan serangan jantung atau kematian jantung mendadak ketika mereka berolahraga dibandingkan saat mereka tidak melakukannya.

Orang-orang itu 2,7 kali lebih mungkin untuk mendapatkan serangan jantung ketika mereka melakukan hubungan seks atau segera sesudahnya dibandingkan dengan saat mereka tidak melakukan aktivitas tersebut. (Temuan ini tidak berlaku untuk kematian jantung mendadak karena tidak ada penelitian yang melihat hubungan antara seks dan kematian jantung.)

Jessica Paulus, peneliti dari Tufts lainnya yang juga bekerja pada studi ini mengatakan risikonya cukup tinggi seperti yang ditunjukkan studi tersebut. Namun demikian periode peningkatan risikonya berlangsung singkat.

“Risiko ini tinggi hanya untuk jangka waktu yang singkat (1 sampai 2 jam) selama dan setelah aktivitas fisik atau seksual,” kata Paulus seperti dilansir Reuters, Selasa (22/3).

Karena itu, risiko kepada individu selama periode satu tahun masih cukup kecil, katanya.

“Jika Anda mengambil 10.000 orang, setiap sesi aktivitas fisik atau seksual per minggu dari setiap individu dapat dikaitkan dengan kenaikan 1 sampai 2 kasus serangan jantung atau kematian jantung mendadak per tahun,” kata Paulus.

Dia mengatakan bahwa penting untuk menyeimbangkan temuan tersebut dengan penelitian lain yang menunjukkan bahwa aktivitas fisik secara teratur mengurangi risiko serangan jantung dan kematian jantung mendadak sebesar 30 persen.

“Kami tidak ingin publik menghindari aktivitas fisik dan mengira olahraga itu buruk bagi kesehatan,” kata Paulus.

Yang hendak ditekankan adalah orang yang tidak berolahraga secara teratur perlu menjalankan semua program latihan perlahan-lahan, secara bertahap meningkatkan intensitas latihan dari waktu ke waktu.

Wow! Kue Pengantin Pangeran William & Kate Dibuat Koki Indonesia

Michelle dan kuenya

London – Jelang pesta pernikahannya, berita tentang Pangeran William dan Kate Middleton semakin banyak menghiasi media di seluruh dunia. Tahukah Anda, pembuat kue pernikahan William dan Kate adalah koki kelahiran Semarang, Indonesia? Seperti dilansir Daily Mail, Rabu (23/3/2011), lebih dari 80 pembuat kue di Inggris mempersembahkan kue karyanya untuk pernikahan sang pangeran. Namun kue hasil dekorasi Michelle Wibowo yang akhirnya dipilih untuk hari spesial William dan Kate. Kue buatan perempuan yang kini berdomisili di Burgess Hill, West Sussex, Inggris itu menampilkan bentuk wajah William dan Kate yang terlihat seperti tiga dimensi. Kue tersebut mendapat predikat sebagai Ideal Home Cake Decorator of the Year dari sebuah kompetisi bernama Ideal Home Show yang diadakan di London Earls Court, Inggris. Michelle Wibowo, perempuan berusia 33 tahun itu sebenarnya merupakan lulusan Arsitektur Universitas Parahyangan. Namun pada 2001 lalu ia mengambil kursus mendekorasi kue di BTEC Course in Baking Science. Pada 2007 lalu, Michelle mendirikan perusahaan di bidang kuliner bernama Michelle Sugar Art Limited. Menurut keterangan dari situs pribadinya, pada kurun waktu 2002 hingga 2005, Michelle telah mengasah kemampuannya untuk membuat dan mendekorasi kue di berbagai toko di London. Pada Januari 2007, ia memenangkan 2 medali emas dari Salon Culinaire Hospitality Show atas kue karyanya, ‘Chinese Dragon’ dan ‘Mermaid on A Rock’.

 

Kode Etik Guru di Indonesia

Guru Indonesia menyadari bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Bangsa, dan Negara serta pada kemanusiaan pada umumnya. Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan setia pada UUD 1945, turut bertanggung jawab atas terwujudnya cita-cita proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, oleh kerena itu, Guru Indonesia terpangil untuk menunaikan karyanya dengan memedomani dasar-dasar sebagai berikut:
1. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan yang ber-Pancasila.
a. Guru menghormati hak individu dan kepribadian anak didiknya masing-masing
b. Guru berusaha mensusseskan pendidikan yang serasi (jasmaniyah dan rohaniyah) bagi anak didiknya
c. Guru harus menghayati dan mengamalkan pancasila
d. Guru dengan bersunguh-sunguh mengintensifkan Pendidikan Moral Pancasila bagi anak didiknya
e. Guru melatih dalam memecahkan masalah-masalah dan membina daya krasai anak didik agar kelak dapat menunjang masyarakat yang sedang membangun
f. Guru membantu sekolah didalam usaha menanamkan pengetahuan keterampilan kepada anak didik.
2. Guru memiliki kejujuran professional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing.
a. Guru menghargai dan memperhatikan perbedaan dan kebutuhan anak didiknya masing-masing
b. Guru hendaknya luwes didalam menerapkan kurikulum sesuai dengan klebutuhan anak didik masing-masing
c. Guru memberi pelajaran di dalam dan di luar sekolah berdasarkan kurikulum tanpa membeda-bedakan Janis dan posisi orang tua muridnya.
3. Guru mengadakan komunikasi, terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik,. Tetapi menghindarkan diri dari segtsala bentuk penyalah gunaan
a. Komunikasi Guru dan anak didik didalam dan diluar sekolah dilandaskan pada rasa kasih sayang
b. Untuk berhasilnya pendidikan, maka Guru harus mengetahui kepribadian anak dan latar belakangt keluarganya masing-masing.
c. Komunikasi Guru ini hanya diadakan semata-mata untuk kepentingan pendidikan anak didik.
4. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid dengan sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik
a. Guru menciptakan suasana kehidupan sekol;ah sehingga anak didik betah berada dan belajar di sekolah
b. Guru menciptakan hubungan baik dengan orang tua murid sehingga dapat terjalin pertukaran informasi timbale balik untuk kepentingan anak didik
c. Guru senantiasa menerima dengan lapang dada setiap kritik membangun yang disampaikan orang tua murid/ masyarakat terhadap kehidupan sekolahnya.
d. Pertemuan dengan orang tua murid harus diadakan secara teratur.
5. Guru memelihara hubungan baik dengan masyarakat disekitar sekolahnya maupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan
a. Guru memperluas pengetahuan masyarakat mengenai profesi keguruan
b. Guru turut menyebarkan program-progaram pendidikan dan lkebudayaan kepada masyarakat seketernya, sehingga sekolah tersebut turut berfubgsi sebagai pusat pembinaan dan pengembangan pendidikan dan kebudayaan ditempat itu
c. Guru harus berperan agar dirinya dan sekolahnya dapat berfungsi sebagai unsur pembaru bagi kehidupan dan kemajuan daerahnya.
d. Guru turut bersama-sama masyarakat sekitarnya didalam berbagai aktifitas
e. Guru menusahakan terciptanya kerjasama yang sebaik-bainya antara sekolah, orang tua murid, dan masyarakat bagi kesempurnaan usaha pendidikan atas dasar kesadaran bahwa pendidikan merupakan tangung jawab nersama antara pemerintah, orang t5ua murid dan masyarakat.
6. Guru secara sendiri-sendiri dan atau bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.
a. Guru melanjutkan setudinya dengan :
· Membaca buku-buku
· Mengikuti loka karya, seminar, gterakan koperasi, dan pertemuan-pertemuan pendidikan dan keilmuan lainnya
· Mengikuti penataran
· Mengadakan kegiatan-kegiatan penelitian
b. Guru selalu bicara, bersikap dan bertindak sesuai dengan martabat profesinya.
7. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesame guru baik berdasarkan lingkungan kerja maupun didalam hubungan keseluruhan.
a. Guru senantiasa saling bertukar informasi pendapat, salung menasehatri dan Bantu-membantu satu sama lainnya, baik dalam hubungan kepentingan pribadi maupun dalam menuaikan tugas profgesinya
b. Guru tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan nama baik rekan-rekan seprofesinya dan menunjang martabat guru baik secara keseluruhan maupun secara pribadi
8. Guru secara bersama-sama memelihara, membina, dan meningkatkan organisasi guru professional sebagai sarana pengabdiannya.
a. Guru menjadi anggota dan membantu organisasi Guru yang bermaksud membina profesi dan pendidikan pada umumnya
b. Guru senantiasa berusaha bagi peningkatan persatuan diantara sesame pengabdi pendidikan
c. Guru senantiasa berusaha agar menghindarkan diri dari sikap-sikap ucapan, dan tindakan yag merugikan organisasi
9. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan
a. Guru senantiasa tunduk terhadap kebijaksanaan dan ketentuan-ketentuan pemerintah dalam bidang pendidikan
b. Guru melakukan tugas profesinya dengan disiplin dan rasa pengabdian
c. Guru berusaha membantu menyebarkan kebijak sanaan dan program pemerintah dalam bidang pendidikan kepada orang tua murid dan masyarakat sekitarnya
d. Guru berusaha menunjang terciptanya kepemimpinan pendidikan dilingkungan atau didaerahnya sebaik-baiknya.

Sikap Profesional Pendidikan

  1. Pengertian

Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugasnya merlukan/menuntut keahlian (expertise), menggunakan teknik-teknik ilmiah, serta dedikasi yang tinggi.

Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan enjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, dan kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi

Sikap Profesional Keguruan adalah sikap seorang guru dalam menjalankan pekerjaannya yang mencakup keahlian, kemahiran dan kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi
keguruan.

  1. Sasaran Sikap Profesional

Guru sebagai pendidikan profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa ia layak menjadi panutan atau teladan masyarakat sekelilingnya. Masyarakat terutama akan melihat bagaimana sikap dan perbuatan guru itu sehari-hari, apakah memang ada yang patut diteladani atau tidak. Baimana guru meningkatkan pelayanannya, meningkatkan pengetahuannya, memberi arahan dan dorongan kepada naka didiknya dan bagaimana cara guru berpaiakan dan berbicara serta cara bergaul baik dengan siswa, teman-temannya serta anggota masyarakat, sering menjadi perhatian masyarakat luas.

Walaupun segala perilaku guru selalu diperhatikan masyarakat, tetapi yang akan dibicarakan dalam bagian ini adalah khusus perilaku guru yang berhubungan denga profesinya. Hal ini berhubungan dengan bagaimana pola tingkah laku guru dalam memahami, menghayati, serta mengamalkan sikap kemampuan dan sikap profesionalnya. Pola tingkah laku guru yang berhubungan dengan itu akan dibicarakan sesuai dengan sasarannya, yakni sikap profesional keguruan terhadap:

  1. Peraturan perundang-undangan,
  2. Organisasi profesi,
  3. Teman sejawat,
  4. Anak didik,
  5. Tempat kerja,
  6. Pemimpin, serta
  7. Pekerjaan.

 

A. Sikap Terhadap Peraturan Perundang-undangan

Dalam rangka pembangunan di bidang pendidikan di Indonesia, Departemen Pendidikan Nasional mengeluarkan ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan yang meruapakankebijaksanaan yang akan dilaksanakan oleh aparatnya, yang meliputi antara lain: pembangunan gedung-gedung pendidikan, pemerataan kesempatan belajar antara lain dengan melalui kewajiban belajar, peningkatan mutu pendidikan, pembinaan generasi muda dengan menggiatkan kegiatan karang taruna, dan lain-lain. Kebijaksanaan pemerintah tersebut biasanya akan dituangkan ke dalam bentuk ketentuan-ketentuan pemerintah. Dari ketentuan-ketentuan pemerintah ini selanjutnya dijabarkan ke dalam program-program umum pendidikan.

Guru merupakan unsur aparatur negara dan abdi negara. Karena itu, guru mutlak perlu mengetahui kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan, sehingga dapat melaksanakan ketentuan-ketentuan yang merupakan kebijaksanaan tersebut. Kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan ialah segala peraturan-peraturan pelaksanaan baik yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, di pusat maupun di Daerah, maupun departemen lain dalam rangka pembinaan pendidikan di negara kita.

Setiap guru Indonesi awajib tunduk dan taat kepada ketentuan-ketentuan pemerintah. Dalam bidang pendidikan ia harus taat kepada kebijaksanaan dan peraturan, baik yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional maupun Departemen yang berwenang mengatur pendidikan, di pusat maupun di daerah dalam rangka melaksanakan kebijaksanan-kebijaksanaan pendidikan di Indonesia.

 

B. Sikap Terhadap Organisas Profesi

Guru secara bersama-sama memelihara dan meningktkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. Dasar ini menunjukkan kepada kita betapa pentingnya peranan organisasi profesi sebagai wadah dan sarana pengabdian. PGRI sebagai organisasi profesi memerlukan pembinaan, agar lebih berdaya guna dan berhasil guna sebagai wadah usaha untuk membawakan misi dan memantapkan profesi guru. Keberhasilan usaha tersebut sangat tergantung kepada kesadaran para anggotanya, rasa tanggung jawab, dan kewajiban para anggotanya Organisasi PGRI merupakan suatu sistem, di mana unsur pembentukannya adalah guru-guru. Oleh karena itu, guru harus bertindak sesuai dengan tujuan sistem. Ada hubungan timbal balik antara naggota profesi dengan organisasi, baik dalam melaksanakan kewajiban maupun dalam mendapatkan hak.

Organisasi profesional harus membina mengawasi para anggtoanya. Siapakah yang dimaksud dengan organisasi itu? Jelaskan yang dimaksud bukan hanya ketua, atau sekretaris, atau beberapa orang pengurus tertentu saja, tetapi yang dimaksud dengan organisasi di sini adalah semua anggota dengna seluruh pengurus dan segala perangkat dan alat-alat perlengkapannya. Kewajiban membina organisasi profesi merupakan kewajiban semua anggota dan semua pengurusnya.

Oleh karena itu, semua anggota dan pengurus organisasi profesi, karena pejabat-pejabat dalam organisasi merupakan wakil-wakil formal dan keseluruhan anggota organisasi, maka merekalah yang melaksanakan tindakan formal berdasarkan wewenang yang telah didelegasikan kepadanya oleh seluruh anggota organisasi itu. Dalam kenyataannya, para pejabat itulah yang memegang peranan fungsional dalam melakukan tindakan pembinaan sikap organisasi, merekalah yang mengkomunikasikan segala sesuatu mengenai sikap profesi kepada para anggotanya. Dan mereka pula yang mengambil tindakan apabila diperlukan.

Setiap anggota harus memberikan sebagian waktunya untuk kepentingan pembinaan profesinya, dan semua waktu dan tenaga yang diberikan oleh para anggota ini dikoordinasikan oleh para pejabat organisasi tersebut, sehingga pemanfaatnya menjadi efektif dan efisien. Dengan perkataan lain setiap anggota profesi, apakah ia sebagai pengurus atau anggota biasa, wajib berpartisipasi guna memelihara, membina, dan meningkatkan mutu organisasi profesi, dalam rangka mewujudkan cita-cita organisasi.

Untuk meningkatkan mutu suatu profesi, khususnya profesi keguruan, dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan melakukan penataran, lokakarya, pendidikan lanjutan, pendidikan dalam jabatan, studi perbandingan, dan berbagai kegiatan akademik lainnya. Jadi, kegiatan pembinaan profesi tidak hanya terbatas pada pendiidkan prajabatan atau pendidikan lanjutan di perguruan tinggi saja, melainkan dapat juga dilakuka setelah yang bersangkutan lulus dari pendidikan prajabatan ataupun sedang dalam melaksanakan jabatan.

Usaha peningkatan dan pengembangan mutu profesi dapat dilakukan secara perseorangan oleh para anggotanya, ataupun juga dapat dilakukan secara bersama. Lamanya program peningkatan pembinaan itu pun beragam sesuai dengan yang diperlukan. Secara perseorangan peningkatan mutu profesi seorang guru dapat dilakukan baik secara formal maupun secara informal. Peningkatan secara formal merupakan peningkatan mutu melalui pendidikan dalam berbagai kursus, sekolah, maupun kuliah di perguruan tinggi atau lembaga lain yang berhubungan dengan bidang profesinya.

Di samping itu, secara informal guru dapat saja meningkatkan mutu profesinya dengan mendapatkan infomal guru dapat saja meningkatkan mutu profesinya dengan mendapatkan informasi dari mass media (surat kabar, majalah, radio, televisi, dan lain-lain) atau dari buku-buku yang sesuai dengan bidang profesi yang bersangkutan.

Peningkatan mutu profesi keguruan dapat pula direncanakan dan dilakukan secara bersama atau berkelompok. Kegiatan berkelompok ini dapat beruap penataran, lokakarya, seminar, simposium, atau bahkan kuliah di suatu lembaga pendidikan yang diatur secara tersendiri. Misalnya program penyetaraan D-III guru-guru SMP, adalah contoh-contoh, kegiatan berkelompok yang diatur tersendiri.

Kalau sekarang kita lihat kebanyakan dari usaha peningkatan mutu profesi diprakarsai dan dilakukan oleh pemerintah, maka di waktu mendatang diharapkan organisasi profesilah yang seharusnya merencanakan dan melaksanakannya, sesuai dengan fungsi dan peran organisasi itu sendiri.

 

C. Sikap terhadap Teman Sejawat

Dalam ayat 7 Kode Etik Guru disebutkan bahawa “Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, dan kesetiakawanan sosial.” Ini berarti bahwa: (1) Guru hendaknya menciptakan dan memlihara hubngan sesama guru dalam lingkungan kerjanya, dan (2) Guru hendaknya menciptakan dan memelihara semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial di dalam dan di luar lingkungan kerjanya.

Dalam hal ini Kode Etik Guru Indonesia menunjukkan kepada kita betapa pentingnya hubngan yang harmonis perilaku diciptakan dengan mewujudkan persaan bersaudara yang mendalam antara sesama anggota profesi. Hubungan sesama anggota profesi dapat dilihat dari dua segi, yakni hubungan formal dan hubungan kekeluargaan.

Hubungan formal ialah hubungan yang perlu dilakukan dalam rangka melakukan tugas kedinasan. Sedangkan hubungan keleuargaan ialah hubungan persaudaraan yang perlu dilakukan, baik dalam lingkungan kerja maupun dalam hubungan keseluruhan dalam rangka menunjang tercapainya keberhasilan anggota profesi dalam membawakan misalnya sebagai pendidik bangsa.

 

D. Sikap Terhadap Anak Didik

Dalam Kode Etik Guru Indonesia dengan jelas dituliskan bahwa: Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. Dasar ini mengandung beberapa prinsip yang harus dipahami oleh seorang ufur dalam menjalankan tugasnya sehari-hari, yakni: tujuan pendidikan nasional, prinsip membimbing, dan prinsip pembentukan manusi Indonesia seutuhnya.

Tujuan pendidikan nasional dengan jelas dapat dibaca dalam UU No. 2/1989 tentang Pendidikan Nasional, yakni membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. Prinsip yang lain adalah membimbing peserta didik, bukan mengejar, atau mendidik saja. Pengertian membimbing seperti yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara dalam sistem amongnya. Tiga kalimat padat yang terkenal daari sistem itu adalah ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, dan tut wuri handayani. Ketiga kalimat itu mempunyai arti bahwa pendidikan harus dapat memberi contoh, harus dapat memberikan pengaruh, dan harus dapat mengendalikan peserta didik.

Dalam tut wuri terkandung maksud membiarkan peserta didik menuruti bakat dan kodratnya sementara guru memperhatikannya. Dalam handayani berarti guru mempengaruhi peserta didik, dalam arti membimbing atau mengajarnya. Dengan demikian membimbing mengandung arti bersikap menentukan ke arah pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila, dan bukanlah mendikte peserta didik, apalagi memaksanya menurut kehendak sang pendidik. Mottto tut wuri handayani sekarang telah diambil menjadi motto dari Departemen Pendidikan Nasional RI.

Prinsip manusia seutuhnya dalam kode etik ini memandang manusia sebagai kesatuan yang bulat, utuh, baik jasmani maupun rohani, tidak hanya berilmu tinggi tetapi juga bermoral tinggi pula. Guru dalam mendidik seharusnya tidak hanya mengutamakan pengetahuan atau perkembangan intelektual saja, tetapi juga harus memeperhatikan perekmbangan seluruh pribadi peserta didik, baik jasmani, rohani, sosial maupun yang lainnya yan gsesuai dengna hakikat pendidikan. Ini dimaksudkan agar peserta didik pada akhirnya akan dapat menjadi manusia yang mampu menghadapi tantangan-tantangan dalam kehidupan sebagai insan dewasa. Peseta didik tidak dapat dipandang sebagai obyek semata yangharus patuh kepada kehendak dan kemauan guru.

 

E. Sikap Terhadap Tempat Kerja

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa suasana yang baik di tempat kerja akan meningkatkan produktivitas. Hal ini disadari dengan sebaik-baiknya oleh seetiap guru, dan guru berkewajiban menciptakan suasana yang demikian dala lingkungannya. Untuk menciptakan suasana kerja yang baik ini ada dua hal yang harus diperhatikan, yaitu:

  1. Guru sendiri,
  2. Hubungan guru dengan orang tua dan masyarakat sekeliling.

Terhadap guru sendiri dengan jelas juga dituliskan dalm salah satu butir dari Kode Etik yang berbunyi: “Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar.” Oleh sebab itu, guruharus aktif mengusahakan suasan yang baik itu dengna berbagai cara, baik dengan penggunaan metode mengajar yang sesuai, maupun dengan penyediaan alat belajar yang cukup, serta pengaturan organisasi kelas yang mantap, ataupun pendektan lainnya yang diperlukan.

Suasana yang haromis di sekolah tidak akan terjadi bila personil yang terlihat di dalamnya, yakni kepala sekolah, guru, staf administrasi dan siswa, tidak menjalin hubungan yang baik di antara sesamanya. Penciptaan suasana kerja menantang harus dilengkapi dengan terjalinnya hubungan yang baik dengan orang tua dan masyarakat sekitarnya. Ini dimaksudkan untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan. Hanya sebagian kecil dari waktu, di waktu justru digunakan peserta didik di luar sekolah, yakni di rumah dan di masyarakat sekitar. Oleh sebab itu, amatlah beralasan bahwa orang tua dan masyarakat bertanggung jawab terhadap pendidikan mereka. Agar pendidikan di luar ini terjalin dengan baik dengan apa yang dilakukan oleh guru di sekolah diperlukan kerja sama yang baik antara guru, orang tua, dan masyarakat sekitar.

Dalam menjalin kerjasama dengan orang tua dan masyarakat, sekolah dapat mengambl prakarsa, misalnya dengan cara mengundang orang tua sewaktu pengambilan rapor, mengadakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat sekitar, mengikutsertakan persatuan orang tua siswa atau Komite Sekolah dalam membantu meringankan permasalahan sekolah, terutama menanggulangi kekurangan fasilitas ataupun dana penunjang kegiatan sekolah.

Keharusan guru membina hubungan dengan orang tua dan masyarakat sekitarnya ini merupakan isi dari butir ke lima Kode Etik Guru Indonesia.

 

F. Sikap Terhadap Pemimpin

Sebagai salah seorang anggota organisasi, baik organisasi guru maupun organisasi yang lebih besar, guru akan berada dala bimbingan dan pengawasan pihak atasan.

Sudah jelas bahwa pemimpin suatu unit atau organisasi akan mempunyai kebijaksanaan dan arahan dalam memimpin organisasinya, di mana tiap anggota organisasi itu dituntut berusaha untuk bekerja sama dalam melaksanakan tujuan organisasi tersebut. Dapat saja kerja sama yang dituntut pemimpin tersebut berupa tuntutan akan kepatuhan dalam melaksanakan arahan dan petunjuk yang diberikan mereka. Kerja sama juga dapat diberikandalam bentuk usulan dan malahan kritik yang membangun demi pencapaian tujuan yang telah digariskan bersama dan kemajuan organisasi.oleh sebab itu, dapat kita simpulkan bahwa sikap seorang guru terhadap pemimpin harus positif, dalam pengertian harus bekerja sama dalam menyukseskan program yang sudah disepakati, baik di sekolah maupun di luar sekolah.

H. Sikap Terhadap Pekerjaan

Profesi keguruan berhubungan dengan anak didik, yang secara alami mempunyai persamaan dan perbedaan. Tugas melayani orang yang beragam sangat memerlukan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi, terutama bila berhubungan dengna peserta didik yang masih kecil. Barangkali tidak semua orang dikaruniai sifat seperti itu, namun bila seseorang telah memilih untuk memasuki profesi guru, ia dituntut untuk belajar dan berlaku seperti itu.

Orang yang telah memilih suatu karier tertentu biasanya akan berhasil baik, bila dia mencitai dengan sepenuh hati. Artinya, ia akan berbuat apa pun agar kariernya berhasil baik, ia committed dengan pekerjaannya. Ia harus mau dan mampu melaksanakan tugsnya serta mampu melayani dengan baik pemakai jasa yang membutuhkannya.

Agar dapat memberikan layanan yang memuaskan masyarakat, guru harus selalu dapat menyesuaikan kemampuan dan pengetahuannya dengan keinginan dan permintaan masyarakat, dalam hal ini peserta didik dan para orang tuannya. Keinginan dan permintaan ini selalu berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat yang biasanya dipengaruhi oleh perkembangan ilmu dan teknologi. Oleh karenay, guru selalu dituntut untuk secara terus-menerus meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan mutu layanannya. Keharusan meningkatkan dan mengembangkan mutu ini merupakan butir yang keenam dalam Kode Etik Guru Indonesia yang berbunyi: Guru secara pribadi dan bersama-sama, mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya.

Dalam butir keenam ini dituntut kepada guru, baik secara pribadi maupun secara kelompok, untuk selalu meningkatkan mutu dan martabat profesinya. Guru sebagaimana juga dengan profesi lainnya, tidak mungkin dapat meningkatkan mutu dan martabat profesinya bila guru itu tidak meningkatkan atau menambah pengetahuan dan keterampilannya, karena ilmu dan pengetahuan yang menunjang profesi itu selalu berkembang sesuai dengan kemajuan zaman.

Untuk meningkatkan mutu profesi secara sendiri-sendiri,guru dapat melakukannya secara formal maupun informal. Secaar formal, artinya guru mengikuti berbagai pendidikan lanjutan atua kursus yang sesuai dengan bidang tugas, keinginan, waktu, dan kemampuannya.

Secara informal guru dapat meningkat pengetahuan dan keterampilannya melalui mass media seperti televis, radio, majalah ilmiah, koran, dan sebagainya, ataupun membaca buku teks dan pengetahuan lainnya yang cocok dengan bidangnya.

%d blogger menyukai ini: