• Suka JOKOWI

  • My Twetter

    Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

  • Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Bergabunglah dengan 5 pengikut lainnya

Obama dan Kritik Agresi Libya

Khadafi dan Obama sama-sama pusing menanggapi serangan udara dan hujan kritik.

Penyerangan militer koalisi pimpinan Amerika Serikat ke Libya semakin meningkat intensitasnya dari hari ke hari. Serangan ini tak hanya membuat pusing Muammar Khadafi, tapi juga Presiden AS Barack Obama yang dikejar pertanggungjawaban oleh Kongres.

Pesawat jet tempur canggih milik tentara koalisi, AS, Inggris dan Prancis, telah berkeliaran di langit Libya sejak diterapkannya Resolusi Dewan Keamanan PBB 1973, pada Kamis, 17 Maret 2011. Resolusi ini mengatur zona larangan terbang. Artinya, semua pesawat jet tempur Libya dilarang mengudara. Jika tetap nekat, maka akan ditembak sampai binasa.

Itu bukan gertak sambal. Pesawat jet tempur pertama Libya yang melanggar, dihancurkan pada Kamis, 24 Maret 2011. Menurut laporan Telegraph, pesawat itu terdeteksi mengudara oleh sistem pelacak angkatan udara Prancis. Sesaat setelah mendarat di pangkalan udara di Misurata, jet itu dirudal oleh pesawat tempur Rafale milik Prancis, dan hancur berkeping-keping.

Sementara itu, di beberapa tempat di kota Tripoli, warga menggelar pemakaman massal korban bombardir pesawat koalisi. Menurut juru bicara pemerintah Libya, Mussa Ibrahim, korban sipil tewas akibat penyerangan itu telah mencapai 100 orang.

Mussa mengatakan serangan itu salah alamat. Aksi itu bukan melindungi warga sipil, tapi malah membunuhi mereka. Ditambah lagi, penyerangan akan semakin menguatkan dan memberikan dukungan moral bagi para pemberontak. Mereka juga memiliki persenjataan, walaupun tak sehebat tentara Libya, tapi cukup mumpuni melakukan serangan.

Tapi hal ini tak membuat penyerangan berhenti. Berdalih Resolusi DK PBB 1973, tentara koalisi menggempur berbagai titik penting pertahanan militer Libya. Paling banyak diincar adalah basis militer dan landasan pacu pesawat jet tempur Libya yang tersebar di Tripoli, maupun kota sekitarnya. Mereka mengatakan ratusan rudal dilepaskan ke tempat itu, untuk mencegah pesawat Libya mengudara. Tujuan lain adalah mematikan langkah Khadafi menurunkan pasukannya.

Memang, serangan atas Libya ini membuat kekuatan militer Khadafi berkurang pengaruhnya. Di beberapa tempat, seperti di Ajdabiya dan Benghazi, tentara Khadafi dilaporkan kewalahan. Mereka dikabarkan akan menyerah kepada tentara koalisi.

Selain diserang koalisi, tentara Khadafi di wilayah ini dilaporkan telah hilang kontak dengan markas besar. Tak lama lagi, Ajdabiya akan segera jatuh ke tangan tentara pemberontak.

Meski begitu Khadafi sepertinya tak berniat turun. Di tempat tersembunyi, dia mengirim pesannya kepada khalayak yang disiarkan di stasiun televisi pemerintah. Dengan keras dia mengatakan tak akan menyerah. Dia berjanji akan membalikkan setiap serangan yang dialamatkan kepadanya. Tak lupa sang kolonel sesumbar, bahwa pada akhirnya Libya akan menang.

“Serangan ini, dilakukan oleh sekumpulan orang-orang fasis Barat yang akan berakhir di tempat sampah sejarah,” tegas Khadafi.

NATO ambil alih

Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) sepakat memimpin operasi zona larangan terbang di Libya. Namun, NATO tak sampai ikut-ikutan Koalisi membombardir wilayah Libya.

Menurut kantor berita Associated Press, keputusan itu diumumkan Sekretaris Jenderal NATO, Anders Fogh Rasmussen, di Belgia, Kamis malam waktu setempat (Jumat dini hari WIB).

NATO diperkirakan mengambil alih kendali operasi zona larangan terbang dalam kurun waktu 72 jam. Koalisi Internasional tetap akan beroperasi, yaitu terfokus pada misi pengeboman atas kekuatan militer Khadafi dalam rangka melindungi warga sipil Libya, seperti diamanatkan dalam resolusi Dewan Keamanan PBB 1973.

“Saat ini akan ada operasi Koalisi dan operasi NATO,” kata Rasmussen. “Kami sedang mempertimbangkan apakah NATO harus mengemban tanggungjawab lebih luas, sesuai resolusi Dewan Keamanan PBB. Namun, keputusan itu belum dicapai,” lanjut dia.

Walaupun NATO akan memimpin operasi penegakan zona larangan terbang di Libya, tapi peran Amerika Serikat masih sangatlah vital. Padahal, sebelumnya Amerika Serikat mengatakan mereka akan berperan terbatas dalam operasi di Libya. Mereka juga tak akan menurunkan pasukan darat ke negara tersebut.

Memang benar, 75 persen penyerangan di lapangan dilakukan Inggris dan Prancis. Tapi tetap saja Amerika Serikat adalah ketua pasukan koalisi dan penggerak serangan di Libya. Sebagai catatan, Amerika Serikat adalah pelopor serangan ke beberapa kompleks militer, dan kediaman Muammar Khadafi pada pekan lalu.

Kritik buat Obama

Penerapan Resolusi DK PBB 1973 dinilai salah kaprah. Niat awal melindungi warga sipil, malah justru membantai warga sipil. Presiden Amerika Serikat Barack Obama menjawab hal ini.

Kepada kantor berita Miami Herald, Selasa, 22 Maret 2011, Obama mengatakan jatuhnya korban sipil adalah harga harus dibayar untuk menegakkan perdamaian, dan perlindungan warga sipil lebih banyak lagi.

“Aksi ini menimbulkan, sedikit, korban dari warga sipil,” ujar Obama.

Sebelumnya beberapa negara Amerika Latin, diantaranya Venezuela, Bolivia, Nikaragua, Ekuador, Brazil, Argentina dan Uruguay, telah menyampaikan kritik terhadap jatuhnya korban sipil dalam penyerangan ke Libya.

Obama menanggapi kritikan ini dengan mengatakan “politik internasional selalu saja rumit. Terdapat banyak negara dengan berbagai kepentingan di dalamnya.”

Obama menekankan bahwa aksi ini berada di bawah Resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB 1970 dan 1973. Dia juga mengatakan ini adalah keputusan komunitas internasional yang diambil ketika seorang pemimpin, Muammar Khadafi, menggunakan kekuatan militer untuk menggempur rakyatnya.

“Selalu saja akan ada beberapa pihak yang mengkritik apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya, apapun itu. Namun aksi intervensi kali ini bukan saja didukung oleh Dewan Keamanan PBB, tapi juga didukung oleh Liga Arab,” ujar Obama.

Itu jawaban Obama atas kritikan dari luar. Tapi gelombang kritik dari dalam datang dengan deras, dan memojokkan sang presiden.

Sebagian besar anggota kongres Amerika Serikat dari berbagai negara bagian menolak aksi militer atas Libya. Bukan apa-apa, Obama dikatakan telah lancang mengeluarkan perintah penyerangan dengan menggunakan tentara Amerika Serikat tanpa sebelumnya meminta restu dari kongres AS.

John Boehner, anggota parlemen dari Ohio mengirimkan surat kepada Obama terkait penyerangan ke Libya. Dilansir dari laman CNN, Jumat, 25 Maret 2011, dia mengatakan “Kapasitas militer AS telah digunakan untuk berperang tanpa memberikan penjelasan benar kepada rakyat Amerika, Kongres, dan para tentara mengenai apa sebenarnya tujuan misi di Libya, dan apa peran Amerika Serikat dalam misi tersebut.”

Komentar Boehner tersebut barulah satu kritik tajam, menyusul arus gencar kritik pedas lainnya.

Candice Miller, anggota kongres dari negara bagian Michigan, mengatakan Obama harus menarik semua pasukannya di Libya karena pemerintahan Obama gagal memberikan penjelasan. Obama juga tidak meminta izin terlebih dulu kepada kongres.

“Tuan presiden, anda telah gagal memberikan penjelasan yang jelas dan meyakinkan mengenai kepentingan nasional pada serangan tersebut, yang telah mengintervensi kepentingan Libya. Anda harus menarik tentara kita dari pasukan koalisi secepatnya,” ujar Miller.

Komentar senada disampaikan oleh Tom McClintock, anggota kongres dari negara bagian California. Dia mengatakan Obama telah melanggar Undang-undang perang AS tahun 1973, dan pembatasan konstitusional lainnya dengan memerintahkan agresi militer.

“Tindakan presiden telah melampaui wewenang dan hak kongres AS dalam melaksanakan titah konstitusi dan tindakan tersebut bertentangan dengan hukum,” ujar McClintock.

John Tierney, anggota kongres dari Salem, mengatakan kongres tidak akan tinggal diam menanggapi campur tangan AS  berlarut-larut di Libya.

Dia mengatakan jika saja Obama meminta izin terlebih dulu kepada kongres sebelum memasuki Libya, sesuai yang diatur oleh konstitusi, anggota kongres akan menanyakan pertanyaan seputar misi, anggaran dan rencana menarik diri.

“Itu sebabnya masalah ini harus melalui kongres, karena sekali kau terlibat, maka akan sangat sulit menarik diri dari peperangan,” ujar Tierney.

Obama dilaporkan belum berkomentar mengenai hal ini. Namun sumber dari Partai Republik mengatakan kepada CNN, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, Menteri Pertahanan Robert Gates, Kepala Staf Gabungan Militer Mike Mullen dan Direktur Intelijen Nasional James Clapper, akan  menjelaskan kepada anggota kongres pada 30 Maret mendatang.

Ongkos mahal

Keluhan anggota kongres antara lain adalah besarnya biaya perang yang dikeluarkan oleh pemerintah Amerika Serikat. William DiMento, veteran perang yang menjadi pengacara kota Swampscott, negara bagian Michigan, mengatakan dalam sepekan, biaya perang mencapai lebih US$2 miliar, atau sekitar Rp17,4 triliun.

“Itu terlalu mahal dan tak ada alasan mengapa kita tetap bertahan di tempat itu. Saya tak rela jika tentara kita mati di negara itu,” ujar Dimento.

Dia mengatakan uang sebesar itu sebaiknya digunakan menyelesaikan permasalahan di dalam negeri. Lebih baik lagi, misalnya, uang dipakai untuk menyediakan bantuan kemanusiaan pemulihan Libya.

Pihak Gedung Putih mengatakan dana misi di Libya menggunakan anggaran pertahanan dari Pentagon. Berapa ongkos yang disediakan buat menggempur tentara Khadafi itu? “Saya tak tahu jumlahnya. Saya bukan ahli ekonomi,” ujar juru bicara Gedung Putih, Jay Carney. (VIVAnews)

Iklan

5 Negara Paling Ngeri di Dunia

5. Russia


Di Rusia, ada lebih banyak gangster daripada polisi. Orang Rusia dibunuh tiap 18 menitnya, dan rata-rata terjadi 84 kasus pembunuhan sehari dari toal jumlah penduduk sebanyak 143 juta jiwa.

Pusat kriminalitas Rusia berada di Republik Chechnya, daerah dalam Rusia tepatnya sebelah utara Georgia.

Pelacuran, perdagangan narkoba, dan rumah makan bawah tanah secara arbitrer dikuasai oleh orang Chechnya.

Orang asing diculik lebih sering karena tebusan yang lebih tinggi.

Tindakan kriminal lainnya: pencurian dompet, ponsel, kamera, uang, dan penyerangan fisik.

Dari negara Super-Power sampai negara dunia ketiga bertanya-tanya apakah komunisme benar-benar menjadi obat untuk Rusia.

4. Afghanistan

Negara ini selama ratusan tahun, menjadi salah satu wilayah di dunia yang paling strategis dan diperebutkan oleh banyak pihak.

Padahal negara ini termasuk negara yang miskin, sulit berkembang, dan memiliki keadaan ekonomi dan politik yang tidak stabil.

Pada waktu Uni Soviet menginvasi daerah ini, Pasukan Merah Rusia menanam lebih dari 12 juta ranjau darat di Afghanistan. Ratusan orang tewas, tercabik-cabik, dan lumpuh akibat ledakan ranjau yang dipasang.

Setelah Uni Soviet mendatangi Taliban ,Taliban menyatakan kontrol wanita dilarang dari pekerjaan dan universitas.

Pada 2001, Amerika Serikat menggulingkan Taliban. Tetapi penggarongan, persaingan suku dan penggunaan obat-obatan terlarang yang marak menggambarkan kekerasan sudah menyebabkan negara ini menjadi tidak stabil.

Pemboman bunuh diri adalah ancaman terus-menerus, dan tak seorang pun di Afganistan aman.

Serangan bunuh diri yang paling maut terjadi di propinsi Baghlan pada November 2007, yang menewaskan lebih dari 70 orang.

Selain itu, Afganistan juga termasuk pemasok ganja dan candu terbesar di dunia.

3. Somalia


Somalia adalah negara yang pemerintahannya gagal akibat dari anarkinya, korupsi, kekurangan pemerintah, dan kelaparan.

Para turis diperingatkan agar tidak memasuki Somalia, yang menyatakan diri nya “Republik Merdeka Somaliland” atau berlayar dekat “Terompet Afrika”.

Bajak laut mengawasi perairan ini yang diperlengkapi dengan AK-47 dan akan merampas barang2 dan menahan anda untuk dijadikan tebusan.

Perkelahian antar suku sudah meminta ribuan jiwa di sebelah utara Somalia. Sedangkan di ibu kota, Mogadishu diperebutkan oleh banyak suku dan pemimpin perang.

Etiopia pernah menyerang tentara Islamiah di Somalia pada akhir 2006, dan menyebabkan ratusan korban tewas dan ribuan korban penggusuran.

Jika anda benar-benar terpaksa ke daerah ini, yakinkanlah asuransi anda masih berlaku.

2. Sudan

Keputus-asaan, kematian dan perusakan ialah “simbol” dari negara Sudan.

Terorisme adalah masalah utama bangsa ini, yang sudah dikuasai oleh rezim militer Islamiah sejak kemerdekaannya.

Beberapa pembunuh terkenal dunia telah menjejakkan kakinya di Sudan. Mereka melakukan aksinya dengan mengebom mobil, peluncuran roket dan pembantaian massal.

Kekerasan banyak terjadi di daerah Darfur di antara milisi pemback-up pemerintah, tentara pemerintah dan kelompok-kelompok pemberontak lokal.

Sudan juga telah menyebabkani perang terbuka dengan Cad yang berkaitan dengan konflik Darfur.

Sejak 2003, 230.000 orang pengungsi Sudan sudah melarikan diri ke Cad timur dari Darfur.

Lebih dari dua juta orang tewas dalam 2 perang saudara yang terjadi selama 50 tahun terakhir.

Dengan kondisi gurunnya yang suram, Sudan adalah salah satu tempat yang paling jelek di planet ini.

1. Irak

Tidak masalah entah anda adalah George Bush, Pele atau Chuck Norris – anda tidak akan pernah aman di Irak.

Meskipun negara ini kaya akan cadangan minyaknya, tetapi Irak adalah negara yang hancur dimana identik dengan kekerasan, keputus-asaan dan kebingungan.

Sejak 2003, Amerika Serikat sudah menduduki Irak dan menyebabkan perang saudara yang meminta korban lebih dari 650 000 penduduk sipil.

Al-Qaeda, pemberontak Sunni, angkatan perang keamanan Shiite, pemberontak Kurdish, tentara Amerika, tentara Turki dan penjahat kriminal dilibatkan di siklus kekerasan yang sayangnya, tidak akan mereda dengan cepat tiap saat.

Ranjau yang diimprovisasi/ Improvised Explosive Devices (IEDs), Explosively Formed Penetrators (EFPs) dan ladang ranjau adalah ancaman terus-menerus, seperti pesawat pembom bunuh diri yang juga sudah membunuh ratusan orang.

Penculikan dan pembunuhan acak dilaporkan dengan hampir membuat pikiran mati rasa frekuensi.

Sejak 2003, 2 juta orang Irak sudah melarikan diri ke negara tetangga dan 1,9 juta lainnya tetap tinggal di Irak dengan tergusur dari rumah mereka.

Uranium yang dihabiskan yang dipakai sebagai putaran untuk menembus baju baja akan meracuni penduduk sipil Irak dan montir AS selama beberapa dasawarsa.

Sungguh, inilah neraka di bumi.

Amerika dan Sekutu Serang Libya

Serangan udara Amerika Serikat dan sekutunya ini merupakan yang terbesar kedua.

Amerika Serikat dan sekutunya akhirnya melancarkan serangan ke sejumlah pos pertahanan udara Libya. Pada serangan tahap pertama tersebut, sedikitnya 112 rudal ditembakkan sejumlah kapal perang dan kapal selam milik Amerika Serikat dan Inggris.

Sebanyak 20 fasilitas pertahanan milik Muammar Khadafi menjadi sasaran rudal-rudal Tomahawk itu. Tujuannya, demi membersihkan area agar patroli angkatan udara bisa mendarat.

Associated Press, Minggu, 20 Maret 2011 mengabarkan, seorang pejabat senior dari Departemen Pertahanan AS menyebutkan, meski dampak pengeboman belum diketahui, pihaknya yakin dengan akurasi rudal jelajah milik pasukan kedua negara itu. Sejumlah fasilitas pertahanan udara Libya diperkirakan mengalami banyak kerusakan.

Sebelum serangan dilancarkan, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama telah memberikan ultimatum kepada pemimpin Libya Muammar Khadafi. Obama mengancam, jika Khadafi tidak menghentikan serangan pada warga sipil, ia akan menghadapi serangan militer.

“Kini bukan saatnya negosiasi,” kata Obama. “Jika Khadafi tidak menaati resolusi Dewan Keamanan PBB, komunitas internasional akan memaksakan resolusi lewat aksi militer,” ucapnya.

Meski demikian, tidak seluruh negara pemilik hak veto mendukung langkah yang diambil Amerika Serikat dan sekutunya. Rusia dan China, yang merupakan dua negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB lainnya menentang langkah tersebut. Demikian pula India dan Brasil yang tidak mempunyai hak veto.

Dari Uni Eropa, muncul pula ketidaksepakatan. Pemerintah Jerman khawatir, aksi militer justru hanya akan memperparah situasi.

Di saat yang sama, Hugo Chavez, Presiden Venezuela menuduh Amerika Serikat ingin mengamankan minyak Libya. “Mereka tidak mempedulikan nyawa orang lain di kawasan tersebut,” tuduh Chavez, seperti dikutip dari CNN, 20 Maret 2011.

48 orang tewas

Serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan sekutunya dari Uni Eropa ke sejumlah titik itu diperkirakan telah menewaskan sedikitnya 48 orang. Serangan udara ini merupakan terbesar kedua setelah tindakan serupa yang ditujukan untuk menjatuhkan rezim Saddam Hussein di Irak.

TV Libya, mengutip informasi dari angkatan bersenjata mengatakan, 48 orang tewas dan 150 terluka dalam serangan sekutu itu. Dikabarkan, sebagian besar di antara korban tersebut adalah anak-anak. Sayangnya, tidak ada rincian lebih lanjut mengenai korban.

Jika Amerika Serikat dan Inggris meluncurkan rudal Tomahawk ke 20 titik pertahanan Libya, pesawat jet tempur Prancis menyerang lewat udara. Mereka menembakkan rudal ke kawasan timur negeri itu.

Serangan yang dilancarkan Prancis bertujuan untuk menegakkan zona larangan terbang sesuai dengan resolusi PBB yang merupakan upaya dunia internasional untuk menghentikan Khadafi.

Seperti diketahui, Dewan Keamanan (DK) PBB memutuskan pemberlakuan resolusi zona larangan terbang di Libya pada Kamis, 17 Maret 2011, melalui proses pemungutan suara. Untuk itu, DK PBB akan mengerahkan pesawat jet tempur Amerika Serikat, Prancis dan Inggris, untuk menjaga wilayah udara negeri itu. Langkah ini disambut baik oleh kelompok oposisi anti Khadafi di Libya.

PBB bersikeras, zona larangan terbang di Libya bertujuan melindungi nyawa warga sipil tidak berdosa. Dengan diberlakukannya zona larangan terbang, pesawat jet tempur Libya tidak diperbolehkan mengudara. Jika membandel, mereka akan diserang oleh pasukan DK PBB yang berpatroli. Zona larangan terbang di atas Libya juga didukung oleh Liga Arab.

Obama, yang di saat yang sama sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Brasil mengatakan, aksi militer bukanlah pilihan pertama yang ia miliki. Selain itu, ia menegaskan, Amerika Serikat tidak akan mengirimkan pasukan darat ke Libya.

“Ini bukan keputusan Amerika Serikat atau salah satu mitra kami,” kata Obama dari Brasil. “Kami tidak bisa berpangku tangan ketika seorang tiran menyatakan pada orang-orang di sana bahwa tidak akan ada belas kasihan.”

Khadafi membalas

Diserang, Khadafi bersumpah akan menghadirkan perang jangka panjang di negeri tersebut. Serangan itu bahkan disebutnya sebagai konfrontasi antara warga Libya dan Nazi baru.

“Anda telah menunjukkan pada dunia bahwa Anda tidak beradab, Anda teroris, yang menyerang sebuah negara yang aman yang tidak melakukan apa pun pada Anda,” ucap Khadafi dalam pidatonya di televisi, seperti dikutip dari CNN.

Namun, bersama dengan pidatonya, rezim Khadafi mulai menghujani kota Misurata dengan tembakan dari tank, artileri, dan meriam. Menurut saksi mata yang minta identitasnya dirahasiakan, tentara menghancurkan kota yang terletak 210 kilometer barat laut Tripoli itu.

Saksi itu menyebutkan, tentara Khadafi menyerang stasiun bahan bakar dan gardu listrik dan meyakinkan warga bahwa kerusakan disebabkan oleh tentara sekutu.

Perlawanan pun dilancarkan oleh para pemberontak. Belum diketahui berapa jiwa yang telah menjadi korban. Sebagai langkah berikutnya, Khadafi berjanji membuka gudang senjata.

Menurut dia, Piagam PBB menyediakan hak pada sebuah negara untuk membela diri dalam situasi perang. Ia juga mengeluarkan pernyataan untuk dunia internasional bahwa warga Libya siap mati untuknya.

Seorang saksi mata di Tripoli menyebutkan, warga menerima pengumuman bahwa semua orang harus turun ke jalan. “Warga sipil diperkenankan untuk mengambil senjata mesin dan senjata anti pesawat udara,” ucap saksi mata tersebut.

Saksi mata lainnya mengaku, warga Libya kini takut ke luar rumah. Alasannya, jika warga ke luar, tentara akan menyerang mereka dengan sadis. “Ini menghadirkan teror di seluruh wilayah,” sebut saksi mata itu.

Warga juga tak berani membayangkan respons apa yang akan diberikan Khadafi terkait serangan udara itu. “Kami sangat ketakutan. Kami tidak tahu apa yang akan terjadi berikutnya. Jujur saja, kami takut kehilangan hidup kami,” ucap saksi mata itu.

Meski demikian, Amerika Serikat memprediksi, mereka hanya akan mengambil bagian dalam tindakan militer di Libya selama beberapa hari.  “Setelah itu, kami hanya akan mengambil posisi sebagai pendukung,” sebut seorang pejabat senior yang tidak diperkenankan untuk mengungkapkan permasalahan sensitif terkait militer.

• VIVAnews

Bonaran Situmeang Masuk Daftar Nama Kepala Daerah Bermasalah

Terkait Pengumuman Hasil Pemilihan Bupati Tapanuli Tengah

Bonaran Situmeang. (Dunia Jenius)

Komisi Pemilihan Umum Daerah Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (18/3), memutuskan Bonaran Situmeang, pengacara terdakwa kasus korupsi Anggodo Widjojo,menjadi Bupati.

Bersama Syukran Jamilan Tanjung, Bonaran menang mutlak dengan 83.318 suara atau 62,10%. Pasangan Bonaran-Syukran diusung dua partai politik besar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Golkar. Selain itu, Bonaran juga didukung oleh Partai Hanura.

Pasangan ini menggungguli Dina Riana Samosir-Hikmal Batubara dengan 49.379  suara (37,80%) dan Tasrif Tarihoran- Raja Asih Purba dengan 1.458 suara (1,10%).

Bonaran berkilah dirinya hanya menampung aspirasi tokoh-tokoh Tapanuli untuk menjadi bupati. “Karena memang saya terketuk  dengan semangat rekan-rekan saya dan semua  masyarakat mendukung saya,” ungkap Bonaran saat dihubungi republika, Jumat (18/3).

Soal keterkaitannya dalam kasus korupsi Anggodo, Bonaran berdalih bahwa dirinya hanya menjadi pengacara untuk Anggodo. Menurutnya, ia tidak pernah menyandang status tersangka dalam perkara tersebut. “Saya tidak ada masalah,”ungkapnya.

Peneliti Indonesian Corruption Watch, Abdullah Dahlan, mengungkapkan kemenangan Bonaran memperpanjang daftar nama orang bermasalah yang menjadi kepala daerah. Selama 2010, ujarnya, terdapat sembilan kepala daerah terpilih yang sebelumnya sudah menjadi tersangka atau terdakwa kasus tindak pidana korupsi.

Pernyataan Peneliti Indonesian Corruption Watch menagaskan bahwa Bonaran Situmean terlibat dan telah menjadi tersangka kasus korupsi anggodo.

REPUBLIKA.CO.ID

Apa Salah PNS dan GURU di Tap-Teng?

Terkait Dengan Pemilihan Kepala Daerah Tapanuli Tengah

Tap-teng, Dunia Jenius.com – Banyak yang mencaci maki guru-guru dan PNS di tapteng, katanya banyak yang jadi penjilat pemerintahan.

Apalagi Yang berinisial RM, sungguh jiwa yang tidak mulia, tidak menunjukkan ke kristenan.

Sadarlah masyarakat tap-teng, pemuda tap-teng bahwa anda dimanfaatkan oleh pihak2 yang tidak bisa mempertanggung jawabkan perkataannya, saya akan menaruh sakit hati pada semua orang yang menghina PNS gara-gara untuk menarik atau mendapatkan suara (dukungan) untuk orang tertentu, yang berujung untuk pengharapan mendapatkan jabatan yang tinggi jika calon yang di usungnnya menang.

Anda itu orang yang ketahuan melakukan Money Politik, tertangkap basah di Manduamas, masih berani ja ngomong sampai berbusa mulut lo menghina PNS.

Saya lihatlah nanti Pemerintahan yang baru, apakah janjinya akan dipenuhi??? Kalau g, aku yang akan jadi orang pertama untuk menyuarakan “Turunkan Bupati Tap-Teng”

Jangan menarik dukungan dengan menggoreskan luka pada orang yg tidak bersalah (menghina orang dengan mengatakan ketidak benaran atau membuat orang menjadi benci dengan orang lain), karna suatu saat anda juga akan turun karena goresan luka pada orang yang anda hina terasa perih.

Masyarakat memang hanya korban orang-orang yang menjadi propokator. Seharusnya masyarakat melihat terlebih dahulu tingkah laku provokator tersebut sehingga jika memang tidak pantas menjadi tiruan, maka jangan mau terprovokasi oleh orang yang tidak baik.

Membayar mahasiswa untuk pulang kampung dan dipaksa memilih satu calon, apakah itu bukan money politik?

Menghina calon lain pada saat kampanye, apakah itu tidak kesalahan dalam aturan berkampanye?

Seharusnya orang hukum menyuarakan kebenaran hukum, tetapi kenapa hal spele tidak bisa diluruskan? Malahan orang hukumlah yang melakukan pelanggaran hukum tersebut di atas.

Mahasiswa Tap-Teng juga bodoh…!!!

Mau menerima uang untuk memilih pasangan tertentu. Seharusnya kita satu suara dalam mengawasi jalannya politik dan pemerintahan harus sesuai dengan UUD dan PANCASILA. (BS)

Dina Riana Samosir – Hikmal Batubara Unggul?

Makian yang Berujung Pada Mahkota Sang Pemenang

Tap-Teng, Dunia Jenius.com – Hari sabtu kemarin (12/03/2011) pemilu kada di Tapanuli tengah dilaksanakan dengan penuh kontraversial, dimana banyak argumentasi yang berkembang. Dalam kampanye politiknya, pasangan Bonaran Situmeang dan Sukran Tanjung selalu menghina dan menghujat pasangan Dina Riana Samosir dan Hikmal Batubara. Kalau dilihat dari tata cara berkampanye seharusnya hal tersebut tidak bisa dilakukan dengan menjatuhkan harga diri dan mencemarkan nama baik seseorang.

Namun demikian, tidak ada permasalahan yang sangat disoroti karena sejauh ini pemilihan dianggap cukup adil dan tentram.

Berdasarkan informasi yang didapat tim Dunia Jenius bahwa perolehan suara terbanyak diperoleh pasanagan Dina Riana Samosir – Hikmal Batubara dengan persen suara (51,99 %), sedangkan posisis kedua adalah Bonaran Situmeang – Sukran Tanjung dengan persen suara diperoleh (47 %), dana pada posisi terakhir adalah pasangan calon no. 2.

WikiLeaks Tuduh SBY Korup Istana Sebut Sampah

Tampilan Halaman Depan WikiLeaks

Laman pembocor kawat diplomatik rahasia, WikiLeaks, kembali mengungkap informasi mengenai Indonesia. Kali ini, informasi itu menuding bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah terlibat dalam praktek korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, sehingga merusak reputasinya sebagai tokoh yang dianggap bersih dan reformis.

Bocoran WikiLeaks itu antara lain dipublikasikan di surat kabar Australia, The Age. Dalam edisi Jumat, 11 Maret 2011, koran itu menampilkan judul besar-besar di halaman depan, “Yudhoyono ‘abused power’: Cables accuse Indonesian President of corruption.” Berita serupa juga dimuat harian utama Australia lainnya, Sydney Morning Herald.

Bocoran informasi WikiLeaks yang diklaim dimiliki The Age menyatakan bahwa Yudhoyono secara pribadi telah turut campur untuk mempengaruhi jaksa dan hakim dalam melindungi para tokoh politik yang terlibat kasus korupsi, sekaligus untuk menekan para lawan politiknya. SBY juga ditengarai telah memanfaatkan lembaga intelijen untuk memata-matai rival politik dan, sedikitnya dalam satu kesempatan, seorang menteri senior di kabinetnya.

Data yang dinyatakan merupakan bocoran laporan diplomatik Kedubes AS itu juga menuding bagaimana seorang mantan wakil presiden pada kabinet Yudhoyono membayar jutaan dolar untuk menguasai partai politik terbesar di Indonesia. Tak cuma itu, istri dan keluarga Presiden pun dituduh berupaya memperkaya diri melalui koneksi politik.

Menurut The Age, kabar ini mumbul ke permukaan bertepatan dengan kunjungan Wakil Presiden Boediono hari ini ke Canberra untuk bertemu dengan Perdana Menteri ad interim, Wayne Swan, dan para pejabat setempat. Mereka diagendakan untuk membicarakan upaya-upaya mereformasi birokrasi Indonesia dari lilitan praktek korupsi.

Salah satu bocoran WikiLeaks, yang dihimpun oleh The Age, menuding bahwa tak lama setelah menjadi presiden pada 2004, Yudhoyono turut campur dalam penanganan sebuah kasus yang melibatkan suami mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, Taufiq Kiemas.

Kiemas juga dituding telah menggunakan pengaruh istrinya sebagai Ketua Umum PDIP untuk melindunginya dari tuntutan hukum berkaitan dengan sebuah kasus, yang disebut diplomat AS dalam laporannya sebagai “korupsi yang melegenda selama kepemimpinan istrinya sebagai presiden.”

Tak cuma itu, pada Desember 2004, Kedubes AS di Jakarta juga melaporkan bahwa salah satu penasehat presiden yang dianggap merupakan salah seorang informan politik paling berharga buat mereka, T.B. Silalahi, memberi informasi bahwa pejabat tinggi Kejaksaan Agung yang saat itu memimpin tim pemberantasan korupsi, Hendarman Supandji, telah mengumpulkan “bukti yang cukup atas kasus dugaan korupsi Taufiq Kiemas dan sudah menyiapkan surat penangkapan.”

Namun, sebagai orang dekat Yudhoyono, Silalahi mengatakan kepada Kedubes AS bahwa Presiden SBY “secara pribadi menginstruksikan Hendarman agar tidak memburu Taufiq.” Sejak itu, tidak ada lagi tindakan hukum atas Kiemas, yang kini menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat.

Tanggapan istana

Dikonfirmasi mengenai berita itu, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengaku sudah membacanya, baik di koran The Age maupun Sydney Morning Herald.

“Yang pasti, tentu dalam hal ini, kami sangat terkejut dengan pemberitaan tak berdasar fakta dan kebenaran itu,” kata Julian kepada VIVAnews.com, Jumat, 11 Maret 2011.

Menurut Julian, berita itu tidak akurat. “Sangat disesalkan sampai surat kabar seperti The Age dan Sydney Morning Herald menulis sesuatu tanpa melakukan cross check, verifikasi,” dia menegaskan.

Julian juga menyoroti bahwa nama-nama yang disebutkan dalam pemberitaan tersebut tidak diberi ruang untuk menjelaskan. Apalagi, kata Julian, dua koran tersebut merujuk semata pada WikiLeaks. “Patut disesali, karena kita tahu krediblitasnya sangat tidak bisa dipegang.”

Kalaupun benar data-data tersebut bersumber dari kawat diplomatik yang yang sifatnya rahasia, Julian melanjutkan, isinya jauh dari kebenaran dan ketidakakuratan. “Semua yang membaca berita itu pasti kaget, karena ini sungguh kontroversial. Tapi seiring waktu, akan terbukti yang disebutkan itu tak lebih dari berita sampah,” kata Julian. (VIVAnews)

%d blogger menyukai ini: