Pemberdayaan Ibu Rumahtangga Lewat Pelatihan Kuliner Bersama SEMA UNIMED

Buntu Pane, 18 Juli 2012 : Ibu-ibu PKK Desa Sei Silau Timur foto bersama Senat Mahasiswa Universitas Negeri Medan 2012 pada Kegiatan Pengabdian Masyarakat

Mahasiswa sebagai pembawa roda penggerak bangsa memangkul tanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat.  Salah satu upaya menyejahterakan masyarakat bisa melalui pemberdayaan kaum perempuan di bidang kuliner.  Seperti yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Senat Mahasiswa Universitas Negeri Medan (SEMA UNIMED) yang melakukan pengabdian di Desa Sei Silau Timur Kecamatan Buntu Pane Kabupaten Asahan Sumatera Utara pada 18 Juli 2012.  Sesuai dengan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pengabdian, Senat Mahasiswa Unimed melakukan Pengabdian di Masyarakat dengan menyongsong tema “Menciptakan Wanita Kreatif di Bidang Kuliner”.

Kegiatan pengabdian ini mengangkat tema tentang kuliner karena mengingat semakin dekatnya Bulan Ramadhan , tujuannya agar dapat menyajikan kuliner yang berbeda dari puasa tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, pemahaman yang didapat masyarakat dari adanya kegiatan ini bisa dikembangkan menjadi bisnis rumahan yang dapat menambah penghasilan sehingga diharapkan masyarakat semakin sejahtera dengan pendapatan yang bertambah.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh sekretaris camat, kepala Desa Sei Silau Timur atau yang mewakili, ibu ketua PKK serta ibu-ibu dari delapan dusun di desa Sei Silau Timur.  Sedangkan kegiatan memasaknya dipandu langsung oleh lima utusan mahasiswa Universitas Negeri Medan jurusan Tata Boga dari Fakultas Teknik Unimed.

Ketua panitia pelaksana Rona Uli Sibarani menyampaikan dalam sambutannya bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah semakin berkembangnya kreatifitas dan keterampilan para ibu-ibu rumah tangga di desa Sei Silau Timur Kec. Buntu Pane Kab. Asahan dan nantinya diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu usaha rumahan yang bisa menambah penghasilan demi peningkatan taraf perekonomian masyarakat. Hal senada juga disampaikan Ketua Senat Mahasiswa Unimed Agus Khoirul Umri Siregar.

Adapun masakan yang didemokan antara lain : Nouget Lele, Bika Singkong, Mie Kangkung dan Blue Saphire. Lele dipilih sebagai bahan utama nougat dikarenakan di Desa ini banyak terdapat lele yang biasa terdapat di kolam-kolam milik warga.  Begitu juga dengan bika singkong, singkongnya mudah didapat di daerah ini. Warga mengaku selama ini mengolah singkong hanya direbus ataupun digoreng.  Sehingga dengan adanya masakan Bika Singkong yang didemokan dalam kegiatan ini, masyarakat mendapat pemahaman baru dalam mengolah singkong.  Blue Saphire merupakan minuman khas dari Negara Thailand yang cocok dibuat untuk minuman berbuka puasa.

Antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan ini begitu terlihat dengan banyaknya kaum ibu dan beberapa remaja putri yang menghadiri kegiatan ini.  Saat kelima “koki” asal Unimed ini beraksi, para ibu juga tidak mau kalah ikut serta memasak menunjukkan antusiasmenya.  Setelah beberapa masakan selesai disajikan, para ibu yang hadir dipersilakan mencoba/mencicipi masakan yang telah dimasak bersama.

Kegiatan memasak di masyarakat ini bukan kali pertama yang dilakukan oleh mahasiswa Tata Boga karena sebelumnya pernah juga dilakukan di Aceh dan Tembung (Medan).  Kegiatan ini mendapat apresiasi dari piihak kecamatan seperti disampaikan langsung oleh Bapak Sekretaris Camat “kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap kegiatan ini akan berlangsung kembali  di hari-hari lain di desa yang berbeda di kecamatan Buntu Pane ini demi peningkatan kreativitas ibu-ibu rumah tangga di kecamatan ini”.

Iklan

RUMAH MINIMALIS DI JAMAN MODERN

Tipe rumah dengan desain rumah minimalis sederhana yang sehat, asri dan nyaman. Merupakan dambaan setiap keluarga muda dan energik dalam menempati rumah. Rumah minimalis modern dan rumah  minimalis sederhana  masih  menjadi pilihan  orang untuk membuat rumah minimalis. Sederhana dan elegan, itulah di antara alasan dari mereka. Mereka yang mementingkan hal-hal yang esensial dan fungsional memang layak memilih desain rumah minimalis.

Tidak terlalu banyak akan tetapi memiliki mutu atau kualitas yang bagus dalam memilih desain rumah minimalis merupakan  alas an utama beberapa orang yang membangun rumah minimalis. Ruang-ruang rumah banyak dibiarkan lega sebagai bagian dari interior rumah minimalis, dan tak banyak barang sehingga mudah dibersihkan kalau kotor.

Desain rumah minimalis saat ini juga telah hadir konsep baru dari desain minimalis yaitu modern minimalis. Desain ini menggunakan kolaborasi desain modern dan minimalis. Pendekatan banyak fungsi yang memiliki multiguna dan kontemporer lebih diutamakan pada desain. Unsur dekoratif desain rumah tidak lagi hanya mengandalkan bentuk-bentuk bidang seperti kubus dan balok, tetapi juga unsur-unsur lain seperti kerucut dan silinder wow.. makin bervarisi bukan ?

Masyarakat urban juga mendapat alternatif pilihan konsep bangunan tropis yang dikemas dalam wujud minimalis. Konsep ini dinilai cocok diterapkan pada lahan yang terbatas di perkotaan. Dengan mengadopsi desain itu, seseorang bisa mendapatkan tempat tinggal yang nyaman, dan privasi terjaga.

Apakah Anda seorang yang cocok punya rumah bergaya rumah minimalis? Cobalah cek di kamar tidur atau di ruang tamu Anda. Berapa banyak barang yang tidak esensial di situ? Jika Anda suka mengoleksi hiasan dan sovenir dan memajangnya di ruang tamu atau kamar, mungkin Anda tidak cocok dengan gaya rumah minimalis.

Apalagi, kalau Anda seorang kolektor barang antik, jangan memaksakan diri membuat rumah berdesain minimalis. Nah, jika Anda suka meja makan yang selalu bersih dan hanya tersedia makanan di saat makan, Anda cocok punya rumah minimalis.

Hal-hal itu bisa menjadi pijakan ketika hendak membeli rumah dari pengembang. Sebab, pasokan rumah kelas menengah-bawah dari para pengembang umumnya akhir-akhir ini bergaya minimalis.

Akankah desain rumah  minimalis modern masih akan jadi tren dalam beberapa tahun mendatang?

Desain rumah minimalis masih tetap diminati hingga saat ini dan juga dalam beberapa tahun mendatang. Bahkan, jika situasi krisis global pulih, desain minimalis akan semakin menjadi karya yang mahal dengan bahan material terbaik.

Ada beberapa faktor yang membuat desain rumah modern minimalis tetap ngetren dalam beberapa tahun mendatang. Di antaranya, menurut Budi, arsitek dan desainer Indonesia masih akan berkiblat pada tren mode di luar negeri yang menyukai desain minimalis. Pendek kata, arsitek dalam negeri masih akan mengikuti tren di luar negeri dan belum bisa kreatif.

Karya desain untuk interior hunian selalu berubah setiap tahun. Sebaliknya, arsitektur gedung yang membutuhkan rancangan yang lama, hanya dapat berubah setiap 10 tahun sekali.

Desain rumah minimalis selalu menjadi pembicaraan hangat, dan banyak arsitek yang mempercantik pola tampilan modern minimalis pada residensial untuk menambah nilainya. Pada umumnya arsitek di Indonesia tidak kreatif dan hanya ikut-ikutan konsep di negara lain.

Beberapa arsitek sudah memadukan desain minimalis modern dan ramah lingkungan. Konsep hunian ramah lingkungan saat ini juga menjadi pembicaraan hangat. Sayangnya, konsep ini baru hanya simbolik saja dan tidak benar-benar diterapkan dengan baik.

Konsep desain rumah minimalis sederhana  dengan menggunakan bahan material ramah lingkungan. Jika arsitek bisa ‘bermain’ dengan bagus pada bahan material ini, properti yang dihasilkan akan memiliki nilai jual yang tinggi.

Tren desain interior dan arsitektural gedung saat ini sangat bergantung pada bahan material yang digunakan seperti keramik, kayu, cat, dan marmer. “Kreativitas dalam mendesain bisa muncul dengan memanfaatkan bahan bangunan. Jika melihat kecenderungan bahan material yang semakin bagus dan lengkap saat ini, semestinya arsitek bisa menciptakan gagasan baru dan unik. Jadi, meskipun memakai konsep desain rumah minimalis, hunian bisa terlihat besar dan mewah.

Pengaruh Negative Jika Terlalu Sering Memuji Kecantikan Anak

Memang tak ada salahnya Anda memuji kecantikan si kecil, tapi, puji juga sifat-sifat baiknya yang lain.Setiap orangtua pasti menganggap anaknya cantik atau tampan. Diyakini pula, untuk memberikan kepercayaan dirinya, kita harus sering-sering memuji kecantikan atau penampilan anak.
Namun, menurut Lisa Bloom, penulis buku Think: Straight Talk For Women To Stay Smart In A Dumbed-Down World, puja-puji kita tentang penampilan anak akan memberikan pesan merugikan bagi mereka.
Dengan selalu memuji penampilan, menurut Bloom, kita menyampaikan bahwa penampilan adalah segala-galanya. Sikap memuja penampilan ini juga akan memicu meningkatnya isu psikologis yang disebabkan oleh kultur kita yang terobsesi dengan penampilan.
Ia menyarankan untuk mengontrol keinginan kita untuk melontarkan puja-puji tersebut. Sebab, apa yang kita kira akan mendorong kepercayaan diri ternyata justru akan mengacaukan persepsi anak perempuan mengenai dirinya.
Anda tidak percaya dengan pandangan Bloom? Sebuah survei yang diadakan Girl Guiding UK belum lama ini mendapati bahwa enam dari 10 anak berusia 8-12 tahun merasa lebih bahagia bila mereka lebih kurus. Bahkan, anak perempuan di bawah 10 tahun sudah sering mengaitkan kebahagiaan dengan citra tubuh mereka.
Lebih mengejutkan lagi, jumlah remaja yang menjalani operasi pembesaran payudara meningkat hingga 150 persen setiap tahun!
Memang tak ada salahnya Anda memuji kecantikan si kecil, entah karena ia memang cantik atau karena ingin menaikkan kepercayaan dirinya. Sebagai ibunya, Anda juga berhak mendandaninya secantik mungkin. Psikolog Susie Orbach mengatakan, kita bisa menambahkan sisi positif dari dirinya yang lain.
“Ketika orang lain memuji anak Anda, ‘Aduh, cantiknya’, Anda bisa menyetujuinya, dan menambahkan bahwa ia juga pintar berolahraga atau bermain musik,” tutur penulis buku Fat Is A Feminist Issue ini. “Atau, sampaikan juga aspek dari karakternya sehingga kecantikan itu tidak lagi menjadi yang utama.”

Indonesia Miliki 13.466 Pulau

Jakarta – Survei nama-nama pulau di Indonesia yang dilakukan Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi sejak tahun 2007 hingga akhir 2010 menunjukkan jumlah pulau di Indonesia 13.466 pulau. Meski ini masih laporan sementara, jumlah pulau di Nusantara tidak lebih dari itu.

Kepala Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional Asep Karsidi menyampaikan hal ini pada Lokakarya ”Peranan UNGEGN (United Nations Group of Experts on Geographical Names) dalam Menunjang Kegiatan Tim Nasional dan Panitia Pembakuan Nama Rupabumi” di IPB International Convention Centre, Kamis (7/4) di Bogor.

Asep yang juga menjadi Ketua Tim Pelaksana Survei Pembakuan Nama mengatakan, jumlah itu ditetapkan berdasarkan inventarisasi dan verifikasi nama-nama pulau yang dilakukan timnya dan koordinat yang diperoleh untuk tiap pulau. ”Dengan penetapan koordinat, tidak mungkin ada satu pulau dengan lebih dari satu nama,” kata Asep yang merangkap menjadi Sekretaris Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi (Timnas PNR).

Selama ini, kata Asep, tidak sedikit nama pulau di daerah memiliki beberapa nama. Di Sulawesi Selatan, misalnya, ada Pulau Kare-kare yang memiliki lebih dari satu nama. Beberapa suku yang tinggal di sekitar lokasi memberikan nama sendiri untuk pulau yang sama.

Keluarnya data verifikasi ini, menurut Asep, otomatis akan menggugurkan jumlah pulau yang selama ini digunakan, yaitu 17.508 pulau. ”Jumlah itu tidak ada dasarnya. Kemungkinan gosong juga diinventori sebagai pulau. Padahal, menurut ketentuan PBB, pulau adalah obyek yang masih tampak saat air laut pasang,” katanya. Gosong didefinisikan sebagai gundukan pasir atau terumbu karang yang tenggelam saat pasang naik air laut.

Adapun pemilihan dan pembakuan nama dilakukan dengan beberapa ketentuan, yaitu mengambil nama lokal yang diakui masyarakat setempat, nama pulau disebutkan dalam cerita rakyat, dan tercatat dalam peta lama atau arsip.

Laporan ke PBB

Daftar nama rupabumi (gasetir) khusus untuk pulau besar dan kecil di Indonesia ini telah dibukukan akhir Maret lalu. Data tersebut akan disampaikan dalam sidang UNGEGN di Vienna, Austria, 2 – 6 Mei mendatang. Pelaporan jumlah nama-nama pulau ini kepada PBB lebih cepat dari jadwal semula, yaitu tahun 2012.

Setelah pelaporan kepada PBB akhir tahun ini, Kementerian Dalam Negeri akan merilis secara resmi daftar nama-nama tersebut. Sebelumnya, daftar nama pulau tersebut akan dikukuhkan dengan peraturan Presiden dan menjadi referensi resmi negara untuk penyelenggaraan pemerintahan, pendidikan, atau kepentingan lain.

Pembakuan nama pulau, kata Asep, merupakan prioritas pertama yang dilakukan Timnas PNR. Masih ada beberapa nama geografi lain yang akan diverifikasi.

Sudah diperkirakan

Timnas PNR diketuai oleh Menteri Dalam Negeri. Pembentukan struktur Organisasi dan Operasional Timnas PNR ditetapkan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2006.

Pembakuan nama rupabumi di Indonesia dilakukan dengan sejumlah agenda, antara lain mewujudkan Gasetir Nasional serta mewujudkan data dan informasi geospasial yang akurat.

Jumlah pulau di Indonesia yang jauh di bawah angka 17.508 telah diperkirakan pada tahun 2008 oleh Jacub Rais, pakar toponimi atau penamaan unsur di muka bumi yang wafat 28 Maret 2011. Perkiraan itu berdasarkan hasil verifikasi Timnas PNR di 25 provinsi pada tahun itu yang juga melibatkan tim dari Direktorat Pemberdayaan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Ketika itu Jacub, mantan Kepala Bakosurtanal, mengatakan, penyebutan jumlah pulau di Indonesia tidak berdasarkan survei yang menyeluruh. Meski demikian, menurut Jacub, tahun 1987 Indonesia melaporkan pada Konferensi PBB perubahan jumlah pulaunya dari 13.667 menjadi 17.508 pulau.

Menurut data di Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan Departemen Dalam Negeri, sampai Juni 2008, terakumulasi 8.172 pulau dari 25 provinsi yang telah diverifikasi.

KOMPAS

Kode Etik Guru di Indonesia

Guru Indonesia menyadari bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Bangsa, dan Negara serta pada kemanusiaan pada umumnya. Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan setia pada UUD 1945, turut bertanggung jawab atas terwujudnya cita-cita proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, oleh kerena itu, Guru Indonesia terpangil untuk menunaikan karyanya dengan memedomani dasar-dasar sebagai berikut:
1. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan yang ber-Pancasila.
a. Guru menghormati hak individu dan kepribadian anak didiknya masing-masing
b. Guru berusaha mensusseskan pendidikan yang serasi (jasmaniyah dan rohaniyah) bagi anak didiknya
c. Guru harus menghayati dan mengamalkan pancasila
d. Guru dengan bersunguh-sunguh mengintensifkan Pendidikan Moral Pancasila bagi anak didiknya
e. Guru melatih dalam memecahkan masalah-masalah dan membina daya krasai anak didik agar kelak dapat menunjang masyarakat yang sedang membangun
f. Guru membantu sekolah didalam usaha menanamkan pengetahuan keterampilan kepada anak didik.
2. Guru memiliki kejujuran professional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing.
a. Guru menghargai dan memperhatikan perbedaan dan kebutuhan anak didiknya masing-masing
b. Guru hendaknya luwes didalam menerapkan kurikulum sesuai dengan klebutuhan anak didik masing-masing
c. Guru memberi pelajaran di dalam dan di luar sekolah berdasarkan kurikulum tanpa membeda-bedakan Janis dan posisi orang tua muridnya.
3. Guru mengadakan komunikasi, terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik,. Tetapi menghindarkan diri dari segtsala bentuk penyalah gunaan
a. Komunikasi Guru dan anak didik didalam dan diluar sekolah dilandaskan pada rasa kasih sayang
b. Untuk berhasilnya pendidikan, maka Guru harus mengetahui kepribadian anak dan latar belakangt keluarganya masing-masing.
c. Komunikasi Guru ini hanya diadakan semata-mata untuk kepentingan pendidikan anak didik.
4. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid dengan sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik
a. Guru menciptakan suasana kehidupan sekol;ah sehingga anak didik betah berada dan belajar di sekolah
b. Guru menciptakan hubungan baik dengan orang tua murid sehingga dapat terjalin pertukaran informasi timbale balik untuk kepentingan anak didik
c. Guru senantiasa menerima dengan lapang dada setiap kritik membangun yang disampaikan orang tua murid/ masyarakat terhadap kehidupan sekolahnya.
d. Pertemuan dengan orang tua murid harus diadakan secara teratur.
5. Guru memelihara hubungan baik dengan masyarakat disekitar sekolahnya maupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan
a. Guru memperluas pengetahuan masyarakat mengenai profesi keguruan
b. Guru turut menyebarkan program-progaram pendidikan dan lkebudayaan kepada masyarakat seketernya, sehingga sekolah tersebut turut berfubgsi sebagai pusat pembinaan dan pengembangan pendidikan dan kebudayaan ditempat itu
c. Guru harus berperan agar dirinya dan sekolahnya dapat berfungsi sebagai unsur pembaru bagi kehidupan dan kemajuan daerahnya.
d. Guru turut bersama-sama masyarakat sekitarnya didalam berbagai aktifitas
e. Guru menusahakan terciptanya kerjasama yang sebaik-bainya antara sekolah, orang tua murid, dan masyarakat bagi kesempurnaan usaha pendidikan atas dasar kesadaran bahwa pendidikan merupakan tangung jawab nersama antara pemerintah, orang t5ua murid dan masyarakat.
6. Guru secara sendiri-sendiri dan atau bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.
a. Guru melanjutkan setudinya dengan :
· Membaca buku-buku
· Mengikuti loka karya, seminar, gterakan koperasi, dan pertemuan-pertemuan pendidikan dan keilmuan lainnya
· Mengikuti penataran
· Mengadakan kegiatan-kegiatan penelitian
b. Guru selalu bicara, bersikap dan bertindak sesuai dengan martabat profesinya.
7. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesame guru baik berdasarkan lingkungan kerja maupun didalam hubungan keseluruhan.
a. Guru senantiasa saling bertukar informasi pendapat, salung menasehatri dan Bantu-membantu satu sama lainnya, baik dalam hubungan kepentingan pribadi maupun dalam menuaikan tugas profgesinya
b. Guru tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan nama baik rekan-rekan seprofesinya dan menunjang martabat guru baik secara keseluruhan maupun secara pribadi
8. Guru secara bersama-sama memelihara, membina, dan meningkatkan organisasi guru professional sebagai sarana pengabdiannya.
a. Guru menjadi anggota dan membantu organisasi Guru yang bermaksud membina profesi dan pendidikan pada umumnya
b. Guru senantiasa berusaha bagi peningkatan persatuan diantara sesame pengabdi pendidikan
c. Guru senantiasa berusaha agar menghindarkan diri dari sikap-sikap ucapan, dan tindakan yag merugikan organisasi
9. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan
a. Guru senantiasa tunduk terhadap kebijaksanaan dan ketentuan-ketentuan pemerintah dalam bidang pendidikan
b. Guru melakukan tugas profesinya dengan disiplin dan rasa pengabdian
c. Guru berusaha membantu menyebarkan kebijak sanaan dan program pemerintah dalam bidang pendidikan kepada orang tua murid dan masyarakat sekitarnya
d. Guru berusaha menunjang terciptanya kepemimpinan pendidikan dilingkungan atau didaerahnya sebaik-baiknya.

Sikap Profesional Pendidikan

  1. Pengertian

Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugasnya merlukan/menuntut keahlian (expertise), menggunakan teknik-teknik ilmiah, serta dedikasi yang tinggi.

Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan enjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, dan kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi

Sikap Profesional Keguruan adalah sikap seorang guru dalam menjalankan pekerjaannya yang mencakup keahlian, kemahiran dan kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi
keguruan.

  1. Sasaran Sikap Profesional

Guru sebagai pendidikan profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa ia layak menjadi panutan atau teladan masyarakat sekelilingnya. Masyarakat terutama akan melihat bagaimana sikap dan perbuatan guru itu sehari-hari, apakah memang ada yang patut diteladani atau tidak. Baimana guru meningkatkan pelayanannya, meningkatkan pengetahuannya, memberi arahan dan dorongan kepada naka didiknya dan bagaimana cara guru berpaiakan dan berbicara serta cara bergaul baik dengan siswa, teman-temannya serta anggota masyarakat, sering menjadi perhatian masyarakat luas.

Walaupun segala perilaku guru selalu diperhatikan masyarakat, tetapi yang akan dibicarakan dalam bagian ini adalah khusus perilaku guru yang berhubungan denga profesinya. Hal ini berhubungan dengan bagaimana pola tingkah laku guru dalam memahami, menghayati, serta mengamalkan sikap kemampuan dan sikap profesionalnya. Pola tingkah laku guru yang berhubungan dengan itu akan dibicarakan sesuai dengan sasarannya, yakni sikap profesional keguruan terhadap:

  1. Peraturan perundang-undangan,
  2. Organisasi profesi,
  3. Teman sejawat,
  4. Anak didik,
  5. Tempat kerja,
  6. Pemimpin, serta
  7. Pekerjaan.

 

A. Sikap Terhadap Peraturan Perundang-undangan

Dalam rangka pembangunan di bidang pendidikan di Indonesia, Departemen Pendidikan Nasional mengeluarkan ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan yang meruapakankebijaksanaan yang akan dilaksanakan oleh aparatnya, yang meliputi antara lain: pembangunan gedung-gedung pendidikan, pemerataan kesempatan belajar antara lain dengan melalui kewajiban belajar, peningkatan mutu pendidikan, pembinaan generasi muda dengan menggiatkan kegiatan karang taruna, dan lain-lain. Kebijaksanaan pemerintah tersebut biasanya akan dituangkan ke dalam bentuk ketentuan-ketentuan pemerintah. Dari ketentuan-ketentuan pemerintah ini selanjutnya dijabarkan ke dalam program-program umum pendidikan.

Guru merupakan unsur aparatur negara dan abdi negara. Karena itu, guru mutlak perlu mengetahui kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan, sehingga dapat melaksanakan ketentuan-ketentuan yang merupakan kebijaksanaan tersebut. Kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan ialah segala peraturan-peraturan pelaksanaan baik yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, di pusat maupun di Daerah, maupun departemen lain dalam rangka pembinaan pendidikan di negara kita.

Setiap guru Indonesi awajib tunduk dan taat kepada ketentuan-ketentuan pemerintah. Dalam bidang pendidikan ia harus taat kepada kebijaksanaan dan peraturan, baik yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional maupun Departemen yang berwenang mengatur pendidikan, di pusat maupun di daerah dalam rangka melaksanakan kebijaksanan-kebijaksanaan pendidikan di Indonesia.

 

B. Sikap Terhadap Organisas Profesi

Guru secara bersama-sama memelihara dan meningktkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. Dasar ini menunjukkan kepada kita betapa pentingnya peranan organisasi profesi sebagai wadah dan sarana pengabdian. PGRI sebagai organisasi profesi memerlukan pembinaan, agar lebih berdaya guna dan berhasil guna sebagai wadah usaha untuk membawakan misi dan memantapkan profesi guru. Keberhasilan usaha tersebut sangat tergantung kepada kesadaran para anggotanya, rasa tanggung jawab, dan kewajiban para anggotanya Organisasi PGRI merupakan suatu sistem, di mana unsur pembentukannya adalah guru-guru. Oleh karena itu, guru harus bertindak sesuai dengan tujuan sistem. Ada hubungan timbal balik antara naggota profesi dengan organisasi, baik dalam melaksanakan kewajiban maupun dalam mendapatkan hak.

Organisasi profesional harus membina mengawasi para anggtoanya. Siapakah yang dimaksud dengan organisasi itu? Jelaskan yang dimaksud bukan hanya ketua, atau sekretaris, atau beberapa orang pengurus tertentu saja, tetapi yang dimaksud dengan organisasi di sini adalah semua anggota dengna seluruh pengurus dan segala perangkat dan alat-alat perlengkapannya. Kewajiban membina organisasi profesi merupakan kewajiban semua anggota dan semua pengurusnya.

Oleh karena itu, semua anggota dan pengurus organisasi profesi, karena pejabat-pejabat dalam organisasi merupakan wakil-wakil formal dan keseluruhan anggota organisasi, maka merekalah yang melaksanakan tindakan formal berdasarkan wewenang yang telah didelegasikan kepadanya oleh seluruh anggota organisasi itu. Dalam kenyataannya, para pejabat itulah yang memegang peranan fungsional dalam melakukan tindakan pembinaan sikap organisasi, merekalah yang mengkomunikasikan segala sesuatu mengenai sikap profesi kepada para anggotanya. Dan mereka pula yang mengambil tindakan apabila diperlukan.

Setiap anggota harus memberikan sebagian waktunya untuk kepentingan pembinaan profesinya, dan semua waktu dan tenaga yang diberikan oleh para anggota ini dikoordinasikan oleh para pejabat organisasi tersebut, sehingga pemanfaatnya menjadi efektif dan efisien. Dengan perkataan lain setiap anggota profesi, apakah ia sebagai pengurus atau anggota biasa, wajib berpartisipasi guna memelihara, membina, dan meningkatkan mutu organisasi profesi, dalam rangka mewujudkan cita-cita organisasi.

Untuk meningkatkan mutu suatu profesi, khususnya profesi keguruan, dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan melakukan penataran, lokakarya, pendidikan lanjutan, pendidikan dalam jabatan, studi perbandingan, dan berbagai kegiatan akademik lainnya. Jadi, kegiatan pembinaan profesi tidak hanya terbatas pada pendiidkan prajabatan atau pendidikan lanjutan di perguruan tinggi saja, melainkan dapat juga dilakuka setelah yang bersangkutan lulus dari pendidikan prajabatan ataupun sedang dalam melaksanakan jabatan.

Usaha peningkatan dan pengembangan mutu profesi dapat dilakukan secara perseorangan oleh para anggotanya, ataupun juga dapat dilakukan secara bersama. Lamanya program peningkatan pembinaan itu pun beragam sesuai dengan yang diperlukan. Secara perseorangan peningkatan mutu profesi seorang guru dapat dilakukan baik secara formal maupun secara informal. Peningkatan secara formal merupakan peningkatan mutu melalui pendidikan dalam berbagai kursus, sekolah, maupun kuliah di perguruan tinggi atau lembaga lain yang berhubungan dengan bidang profesinya.

Di samping itu, secara informal guru dapat saja meningkatkan mutu profesinya dengan mendapatkan infomal guru dapat saja meningkatkan mutu profesinya dengan mendapatkan informasi dari mass media (surat kabar, majalah, radio, televisi, dan lain-lain) atau dari buku-buku yang sesuai dengan bidang profesi yang bersangkutan.

Peningkatan mutu profesi keguruan dapat pula direncanakan dan dilakukan secara bersama atau berkelompok. Kegiatan berkelompok ini dapat beruap penataran, lokakarya, seminar, simposium, atau bahkan kuliah di suatu lembaga pendidikan yang diatur secara tersendiri. Misalnya program penyetaraan D-III guru-guru SMP, adalah contoh-contoh, kegiatan berkelompok yang diatur tersendiri.

Kalau sekarang kita lihat kebanyakan dari usaha peningkatan mutu profesi diprakarsai dan dilakukan oleh pemerintah, maka di waktu mendatang diharapkan organisasi profesilah yang seharusnya merencanakan dan melaksanakannya, sesuai dengan fungsi dan peran organisasi itu sendiri.

 

C. Sikap terhadap Teman Sejawat

Dalam ayat 7 Kode Etik Guru disebutkan bahawa “Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, dan kesetiakawanan sosial.” Ini berarti bahwa: (1) Guru hendaknya menciptakan dan memlihara hubngan sesama guru dalam lingkungan kerjanya, dan (2) Guru hendaknya menciptakan dan memelihara semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial di dalam dan di luar lingkungan kerjanya.

Dalam hal ini Kode Etik Guru Indonesia menunjukkan kepada kita betapa pentingnya hubngan yang harmonis perilaku diciptakan dengan mewujudkan persaan bersaudara yang mendalam antara sesama anggota profesi. Hubungan sesama anggota profesi dapat dilihat dari dua segi, yakni hubungan formal dan hubungan kekeluargaan.

Hubungan formal ialah hubungan yang perlu dilakukan dalam rangka melakukan tugas kedinasan. Sedangkan hubungan keleuargaan ialah hubungan persaudaraan yang perlu dilakukan, baik dalam lingkungan kerja maupun dalam hubungan keseluruhan dalam rangka menunjang tercapainya keberhasilan anggota profesi dalam membawakan misalnya sebagai pendidik bangsa.

 

D. Sikap Terhadap Anak Didik

Dalam Kode Etik Guru Indonesia dengan jelas dituliskan bahwa: Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. Dasar ini mengandung beberapa prinsip yang harus dipahami oleh seorang ufur dalam menjalankan tugasnya sehari-hari, yakni: tujuan pendidikan nasional, prinsip membimbing, dan prinsip pembentukan manusi Indonesia seutuhnya.

Tujuan pendidikan nasional dengan jelas dapat dibaca dalam UU No. 2/1989 tentang Pendidikan Nasional, yakni membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. Prinsip yang lain adalah membimbing peserta didik, bukan mengejar, atau mendidik saja. Pengertian membimbing seperti yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara dalam sistem amongnya. Tiga kalimat padat yang terkenal daari sistem itu adalah ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, dan tut wuri handayani. Ketiga kalimat itu mempunyai arti bahwa pendidikan harus dapat memberi contoh, harus dapat memberikan pengaruh, dan harus dapat mengendalikan peserta didik.

Dalam tut wuri terkandung maksud membiarkan peserta didik menuruti bakat dan kodratnya sementara guru memperhatikannya. Dalam handayani berarti guru mempengaruhi peserta didik, dalam arti membimbing atau mengajarnya. Dengan demikian membimbing mengandung arti bersikap menentukan ke arah pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila, dan bukanlah mendikte peserta didik, apalagi memaksanya menurut kehendak sang pendidik. Mottto tut wuri handayani sekarang telah diambil menjadi motto dari Departemen Pendidikan Nasional RI.

Prinsip manusia seutuhnya dalam kode etik ini memandang manusia sebagai kesatuan yang bulat, utuh, baik jasmani maupun rohani, tidak hanya berilmu tinggi tetapi juga bermoral tinggi pula. Guru dalam mendidik seharusnya tidak hanya mengutamakan pengetahuan atau perkembangan intelektual saja, tetapi juga harus memeperhatikan perekmbangan seluruh pribadi peserta didik, baik jasmani, rohani, sosial maupun yang lainnya yan gsesuai dengna hakikat pendidikan. Ini dimaksudkan agar peserta didik pada akhirnya akan dapat menjadi manusia yang mampu menghadapi tantangan-tantangan dalam kehidupan sebagai insan dewasa. Peseta didik tidak dapat dipandang sebagai obyek semata yangharus patuh kepada kehendak dan kemauan guru.

 

E. Sikap Terhadap Tempat Kerja

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa suasana yang baik di tempat kerja akan meningkatkan produktivitas. Hal ini disadari dengan sebaik-baiknya oleh seetiap guru, dan guru berkewajiban menciptakan suasana yang demikian dala lingkungannya. Untuk menciptakan suasana kerja yang baik ini ada dua hal yang harus diperhatikan, yaitu:

  1. Guru sendiri,
  2. Hubungan guru dengan orang tua dan masyarakat sekeliling.

Terhadap guru sendiri dengan jelas juga dituliskan dalm salah satu butir dari Kode Etik yang berbunyi: “Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar.” Oleh sebab itu, guruharus aktif mengusahakan suasan yang baik itu dengna berbagai cara, baik dengan penggunaan metode mengajar yang sesuai, maupun dengan penyediaan alat belajar yang cukup, serta pengaturan organisasi kelas yang mantap, ataupun pendektan lainnya yang diperlukan.

Suasana yang haromis di sekolah tidak akan terjadi bila personil yang terlihat di dalamnya, yakni kepala sekolah, guru, staf administrasi dan siswa, tidak menjalin hubungan yang baik di antara sesamanya. Penciptaan suasana kerja menantang harus dilengkapi dengan terjalinnya hubungan yang baik dengan orang tua dan masyarakat sekitarnya. Ini dimaksudkan untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan. Hanya sebagian kecil dari waktu, di waktu justru digunakan peserta didik di luar sekolah, yakni di rumah dan di masyarakat sekitar. Oleh sebab itu, amatlah beralasan bahwa orang tua dan masyarakat bertanggung jawab terhadap pendidikan mereka. Agar pendidikan di luar ini terjalin dengan baik dengan apa yang dilakukan oleh guru di sekolah diperlukan kerja sama yang baik antara guru, orang tua, dan masyarakat sekitar.

Dalam menjalin kerjasama dengan orang tua dan masyarakat, sekolah dapat mengambl prakarsa, misalnya dengan cara mengundang orang tua sewaktu pengambilan rapor, mengadakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat sekitar, mengikutsertakan persatuan orang tua siswa atau Komite Sekolah dalam membantu meringankan permasalahan sekolah, terutama menanggulangi kekurangan fasilitas ataupun dana penunjang kegiatan sekolah.

Keharusan guru membina hubungan dengan orang tua dan masyarakat sekitarnya ini merupakan isi dari butir ke lima Kode Etik Guru Indonesia.

 

F. Sikap Terhadap Pemimpin

Sebagai salah seorang anggota organisasi, baik organisasi guru maupun organisasi yang lebih besar, guru akan berada dala bimbingan dan pengawasan pihak atasan.

Sudah jelas bahwa pemimpin suatu unit atau organisasi akan mempunyai kebijaksanaan dan arahan dalam memimpin organisasinya, di mana tiap anggota organisasi itu dituntut berusaha untuk bekerja sama dalam melaksanakan tujuan organisasi tersebut. Dapat saja kerja sama yang dituntut pemimpin tersebut berupa tuntutan akan kepatuhan dalam melaksanakan arahan dan petunjuk yang diberikan mereka. Kerja sama juga dapat diberikandalam bentuk usulan dan malahan kritik yang membangun demi pencapaian tujuan yang telah digariskan bersama dan kemajuan organisasi.oleh sebab itu, dapat kita simpulkan bahwa sikap seorang guru terhadap pemimpin harus positif, dalam pengertian harus bekerja sama dalam menyukseskan program yang sudah disepakati, baik di sekolah maupun di luar sekolah.

H. Sikap Terhadap Pekerjaan

Profesi keguruan berhubungan dengan anak didik, yang secara alami mempunyai persamaan dan perbedaan. Tugas melayani orang yang beragam sangat memerlukan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi, terutama bila berhubungan dengna peserta didik yang masih kecil. Barangkali tidak semua orang dikaruniai sifat seperti itu, namun bila seseorang telah memilih untuk memasuki profesi guru, ia dituntut untuk belajar dan berlaku seperti itu.

Orang yang telah memilih suatu karier tertentu biasanya akan berhasil baik, bila dia mencitai dengan sepenuh hati. Artinya, ia akan berbuat apa pun agar kariernya berhasil baik, ia committed dengan pekerjaannya. Ia harus mau dan mampu melaksanakan tugsnya serta mampu melayani dengan baik pemakai jasa yang membutuhkannya.

Agar dapat memberikan layanan yang memuaskan masyarakat, guru harus selalu dapat menyesuaikan kemampuan dan pengetahuannya dengan keinginan dan permintaan masyarakat, dalam hal ini peserta didik dan para orang tuannya. Keinginan dan permintaan ini selalu berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat yang biasanya dipengaruhi oleh perkembangan ilmu dan teknologi. Oleh karenay, guru selalu dituntut untuk secara terus-menerus meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan mutu layanannya. Keharusan meningkatkan dan mengembangkan mutu ini merupakan butir yang keenam dalam Kode Etik Guru Indonesia yang berbunyi: Guru secara pribadi dan bersama-sama, mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya.

Dalam butir keenam ini dituntut kepada guru, baik secara pribadi maupun secara kelompok, untuk selalu meningkatkan mutu dan martabat profesinya. Guru sebagaimana juga dengan profesi lainnya, tidak mungkin dapat meningkatkan mutu dan martabat profesinya bila guru itu tidak meningkatkan atau menambah pengetahuan dan keterampilannya, karena ilmu dan pengetahuan yang menunjang profesi itu selalu berkembang sesuai dengan kemajuan zaman.

Untuk meningkatkan mutu profesi secara sendiri-sendiri,guru dapat melakukannya secara formal maupun informal. Secaar formal, artinya guru mengikuti berbagai pendidikan lanjutan atua kursus yang sesuai dengan bidang tugas, keinginan, waktu, dan kemampuannya.

Secara informal guru dapat meningkat pengetahuan dan keterampilannya melalui mass media seperti televis, radio, majalah ilmiah, koran, dan sebagainya, ataupun membaca buku teks dan pengetahuan lainnya yang cocok dengan bidangnya.

Bocah Miliki IQ Melebihi Einstein

Selain sang jawara Fisika, bocah ini juga melibas skor IQ Bill Gates dan Stephen Hawking.

Victoria Cowie

Orangtua mana tak bangga memiliki anak dengan kepintaran di atas rata-rata. Seperti yang dirasa Alison, saat mengetahui anaknya, Victoria Cowie, memiliki intelligence quotient (IQ) lebih tinggi dari jawara Fisika, Albert Einstein.

“Dia menjalankan tes beberapa minggu lalu. Kami bangga karena hasil IQ-nya lebih tinggi dari Einstein,” ujar Alison, seperti dikutip dari laman The Sun.

Bocah yang tinggal bersama orangtuanya di Claverley, Inggris, tersebut memiliki IQ 162. Hasil ini lebih tinggi dua poin, mengalahkan sang legenda Fisika yang hanya 160.

Tak hanya mengalahkan skor pencipta teori relativitas tersebut, Victoria juga melibas IQ pemilik dan pencipta Microsoft, Bill Gates, yang juga 160. lmuwan astrofisika kelas dunia, Stephen Hawking, pun memiliki IQ 160

Albert Einstein dan Stephen Hawking memang tidak pernah melakukan tes kecerdasan seperti yang dilakukan Victoria. Skor 160 itu merupakan prediksi sejumlah pakar untuk menggambarkan tingkat kecerdasan yang luar biasa melebihi IQ manusia rata-rata sekitar 100.

Victoria yang masih 11 tahun melakukan tes IQ sebagai syarat untuk bergabung dalam kelompok Mensa. Hanya mereka memiliki kepintaran di atas rata-rata yang dapat bergabung di kelompok ini. Di Inggris, hanya sekitar 1 persen anak yang memiliki tingkat kegenius supertinggi.

Dari sisi penampilan, bocah yang menerima tawaran beasiswa dari empat sekolah terkemuka di Inggris ini tidak mencolok. Ia adalah penyuka teater, musik, dan sepakbola. Cita-citanya menjadi seorang dokter hewan karena kecintaannya terhadap biologi, dan binatang.

Kegeniusannya tertangkap orangtuanya sejak umur dua tahun. “Ketika itu di rumah sakit, Victoria yang masih berusia dua tahun sudah mampu membaca, berbeda dari anak seusianya. Diapun memenangkan penghargaan sains di sekolahnya,” ujar sang ibu.

Walau mengetahui kegeniusan anaknya, Allison dan suaminya, David, tidak akan memaksakan profesi tertentu kepada anaknya. “Dia masih kecil, kami selalu mengatakan bahwa dia boleh menjadi apapun yang dia inginkan. Kami tetap bangga padanya,” ujarnya.

%d blogger menyukai ini: