• Suka JOKOWI

  • My Twetter

    Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

  • Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Bergabunglah dengan 5 pengikut lainnya

Merah Putih Tersingkir

Indonesia vs Turkmenistan

JAKARTA – Timnas U-23 Indonesia kembali mengalami kekalahan saat menjalani leg kedua kualifikasi Olimpiade 2012. Merah Putih menyerah di tangan tuan rumah Turkmenistan U-23, 0-1, di Ashgabat Olympic Stadium,kemarin.

Hasil itu membuat Yongki Ariwibowo dkk kalahagregat 1-4 setelah pada laga pertama di Stadion Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Rabu (23/2), Indonesia juga tumbang 1-3. Di laga kedua kemarin, skuad timnas muda Indonesia sebenarnya memberikan penampilan atraktif. Sayang, tuan rumah mampu memaksimalkan laga kandang mereka melalui Mingazov Ruslan yang mencetak gol semata wayang pada menit ke-25. Kekalahan itu membuat langkah Yongki dkk tampil di Olimpiade 2012 terhenti. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Nugraha Besoes tak terlalu risau dengan kekalahan Indonesia di ajang kualifikasi tersebut sebab target Indonesia adalah juara di SEA Games (SEAG) 2011 di Indonesia.

Karena itu, PSSI akan memusatkan perhatian Yongki dkk menjalani persiapan menghadapi multievent dua tahunan tersebut.Otoritas sepak bola tertinggi di Indonesia itu berharap timnas muda akan meraih medali emas. Nugraha pun memaparkan, pihaknya tak akan memecat Pelatih Alferd Riedl atas kegagalan timnya di Turkmenistan.” Saya pastikan kontrak Riedl yang sudah disepakati masih aman sampai 2012 meski timnas tak mampu melewati hadangan Turkmenistan.Kami memang tak terlalu menargetkan bisa berbuat banyak di pra- Olimpiade karena tujuan kami yang sebenarnya meraih emas di SEAG 2011.Kami baru akan melakukan revisi kontrak Riedl jika gagal berbuat sesuai target di SEAG,” ungkap Nugraha.

Sementara Asisten Pelatih Timnas U-23 Wolfgang Pical menegaskan, peluang Indonesia bakal meraih emas di SEAG terbuka lebar.Dia mengakui timnya mendapatkan pembelajaran berharga dari Turkmenistan.” Secara umum,kami sudah memberikan yang terbaik,” tandasnya.

 

Iklan

AC Milan Tersingkir, Totenham Melaju ke Perempat Final

Tottenham vs Milan. (Foto : Galery Dunia Jenius)

London – Hasil 0-0 lawan AC Milan pada leg kedua 16 besar Liga Champions, Rabu atau Kamis (10/3/2011) dini hari WIB, sudah cukup bagi Tottenham Hotspur untuk melaju ke babak perempat final. Mereka unggul agregat 1-0 setelah pada leg pertama berhasil mencuri gol di kandang lawan.

“Spurs” langsung menggebrak di awal. Tendangan kaki kiri Rafael van der Vaart pada menit kedua setidaknya berhasil memberi terapi kejut kepada lini pertahanan Milan.

Tiga menit berselang, Van der Vaart lagi-lagi mengancam gawang Milan yang dikawal Christian Abbiati. Beruntung, Abbiati masih bisa menahan usaha yang dilakukan gelandang asal Belanda tersebut.

Setelah susah payah mencoba membongkar pertahanan “Spurs”, Milan mendapat peluang pada menit ke-15. Tendangan bebas dari luar kotak penalti yang dilepaskan Zlatan Ibrahimovic membuat kiper “Spurs”, Huerelho Gomes, harus berjibaku menyelamatkan gawangnya.

Peluang terbaik Milan terjadi pada menit ke-26. Pergerakan Alexandre Pato yang mengelabui Gomes diakhiri dengan umpan kepada Robinho. Robinho pun langsung menendang bola ke arah gawang yang sudah ditinggalkan oleh Gomes. Beruntung bagi “Spurs”, karena ada Wiliam Gallas yang berdiri di bawah mistar dan sukses menghalau bola yang mengancam gawang timnya.

“Spurs” sendiri terlihat kesulitan dalam menembus pertahanan Milan yang dikomandoi Alessandro Nesta. Para bek Milan tampil tanpa kompromi jika serangan dari para pemain “Spurs” datang.

Milan kembali mendapat peluang pada menit ke-31. Namun, Gomes berhasil mematahkan peluang Milan yang kali ini didapat oleh Pato.

Di babak kedua, permainan “Spurs” tak berubah. Pasukan Harry Redknapp mengandalkan Aaron Lennon di sisi kanan untuk memberikan umpan-umpan yang siap memanjakan Peter Crouch. Sayangnya, strategi ini belum menemui hasil akibat pertahanan yang disiplin dari bek Milan.

Sementara Milan tetap bertumpu kepada tridente mautnya, yaitu Zlatan Ibrahimovic, Alexandre Pato, dan Robinho. Sama seperti “Spurs”, serangan Milan selalu kandas di lini pertahanan akibat penampilan ciamik para pemain belakang tuan rumah.

Robinho mendapat kesempatan emas pada menit ke-66. Umpan terobosan dari Ignacio Abate langsung disambar Robinho dengan tendangan keras kaki kanannya. Tetapi, Gomes kembali tampil gemilang untuk mementahkan bola hasil tendangan Robinho.

Melihat hanya sisi kanan serangan yang bekerja, Redknapp pun langsung memasukkan Gareth Bale untuk menghidupkan sisi kiri serangan timnya. Yang menjadi korban adalah Rafael van der Vaart yang memang tampil kurang menggigit dalam laga ini.

Meski gagal mencetak gol, perubahan ini setidaknya berhasil mempertahankan kedudukan 0-0 yang membuat “Spurs” berhak lolos ke babak berikutnya.

Susunan Pemain
Tottenham:
Gomes; Corluka, Gallas, Dawson, Assou-Ekotto; Lennon, Sandro, Modric, Pienaar (Jenas 71); Van der Vaart (Bale 66); Crouch (Pavlyuchenko 83).

Milan:
Abbiati; Abate, Nesta, Thiago Silva, Jankulovski (Antonini 70); Boateng (Merkel 76), Flamini (Strasser 87), Seedorf; Pato, Ibrahimovic, Robinho.

LPI Menolak Tawaran PSSI

Logo LPI

Jakarta – Juru bicara Liga Primer Indonesia (LPI), Abi Hasantoso, menegaskan, liga yang dibentuk oleh Arifin Panigoro tersebut merupakan liga yang profesional sehingga tidak mungkin jika harus bermain di Divisi III seperti yang ditawarkan oleh PSSI.

”Enggak mungkin ke Divisi III karena kami ini liga profesional,” kata Abi saat dihubungi wartawan, Rabu (9/3/2011).

Sebagaimana diberitakan, PSSI sesuai dengan amanat FIFA meminta agar LPI diambil alih. Menurut Sekjen PSSI Nugraha Besoes, jika tidak melakukan hal itu, PSSI akan terkena sanksi.

Mekanisme yang akan dilakukan PSSI untuk mengambil alih PSSI, kata Nugraha, meminta liga tersebut untuk melebur ke kompetisi resmi yang digelar PSSI. Dengan demikian, klub-klub anggota LPI harus melalui tahapan yang ada, yaitu mulai dari Divisi III.

Abi menilai, PSSI hanya mencari keuntungan dari keputusan tersebut. PSSI selalu mengambil yang dianggap menguntungkan bagi diri sendiri, bukan lagi soal mengindahkan perintah apa yang menjadi keinginan FIFA. Jadi PSSI enggak pernah mengindahkan kata FIFA, jika tidak menguntungkan dirinya.

”Contoh tahun 2007, hasil pemilihan tidak dianulir karena tidak mengenakkan dia. Lembaga sekelas PSSI dalam hal menerjemahkan statuta FIFA saja keliru,” kata Abi.

Arsenal Diredam di Kandang

Arsenal vs Sunderland. (Foto : Galery Dunia Jenius)

Liputan6, London : Penampilan impresif kiper Sunderland asal Belgia, Simon Mignolet, menandai kegagalan Arsenal merebut poin penuh di Emirates Stadium, Sabtu (5/3) malam WIB. Mendominasi laga dan menciptakan sejumlah peluang, Arsenal ditahan imbang 0-0.

Sunderland memberikan perlawanan di awal laga. Namun Arsenal berhasil merebut dominasi dan dua kali Nicklas Bendtner memiliki peluang untuk membuka skor. Kiper Sunderland Simon Mignolet mencatat sedikitnya dua penyelamatan gemilang ketika meredam tembakan Samir Nasri dan Bendtner.

Di paruh kedua Arsenal semakin bernafsu menyerang. Tetapi Mignolet dengan tenang mengawal gawang The Black Cats. Pada menit ke-63, kiper internasional Belgia itu berada pada posisi tepat untuk menghalau tembakan keras Andrey Arshavin. Kiper berusia 22 tahun itu kembali melakukan penyelamatan gemilang ketika menepis tendangan bebas Nasri.

Gelombang serangan Arsenal semakin intensif dan penyerang pengganti Marouane Chamakh nyaris memecah kebuntuan ketika sundulannya mengenai mistar pada menit ke-75. Lima menit kemudian, Arshavin membuang peluang setelah tendangannya menyamping.

Menjelang pertandingan usai, gawang Arsenal justru terancam. Danny Welbeck yang melepaskan tembakan setengah voli sambil memutar badan memaksa Wojciech Szczesny melakukan penyelamatan gemilang pada menit ke-83. Pun beberapa detik kemudian lewat tembakan Jordan Henderson dan Titus Bramble.

The Gunners memperoleh gol pada menit ke-87, tapi wasit menganulir karena hakim garis sudah terlebih dulu mengangkat bendera tanda offside. Satu peluang lagi di injury time dari sundulan Bendtner dipatahkan Mignolet. Skor pun berakhir 0-0.

Hasil ini membuat Arsenal gagal mendekatkan diri secara maksimal dengan Manchester United yang unggul tiga poin di posisi teratas. Sunderland menghuni posisi delapan dengan perolehan 38 poin.(DIM)

Madrid Bantai Malaga 7-0

Pekan Ke – 26 La Liga

Cristiano Ronaldo. (Foto : Galery Dunia Jenius)

Santiago Bernabeu, Madrid : Real Madrid membantai Malaga dengan skor sangat telak 7-0 (3-0) dalam partai penutup di jornada 26 yang berlangsung di Santiago Bernabeu, Madrid, Kamis (3/3) malam waktu setempat atau Jumat (4/3) dinihari WIB. Dari tujuh gol tersebut, Cristiano Ronaldo memborong tiga gol alias hat-trick, Karim Benzema mencetak dua gol, sementara sisanya dihasilkan Angel Di Maria dan Marcelo. Dengan hasil ini, jarak Los Blancos dan Barcelona kembali menjadi tujuh poin.

Sejak awal pertandingan, Madrid benar-benar mendominasi jalannya pertandingan. Setelah gol Karim Benzema di menit ke-20 dianulir karena Sergio Ramos telah berdiri dalam posisi off-side, Madrid akhirnya unggul 1-0 tujuh menit kemudian melalui tendangan setengah volley Benzema meneruskan tendangan bebas Xabi Alonso. Tiga menit kemudian, tendangan Mesut Ozil hanya membentur tiang gawang,.

Madrid terus menggempur. Hasilnya, dua gol tambahan tercipta sebelum babak pertama berakhir melalui solo run Angel Di Maria di menit ke-36 memanfaatkan kesalahan bek Malaga Manolo mengantisipasi umpan Marcelo saat Madrid menggelar counter-attack yang sangat cepat dan di menit ke-45 melalui sepakan kaki kiri Marcelo yang kali ini lolos dari jebakan off-side meneruskan umpan dari Di Maria.

Unggul 3-0 tak membuat Los Blancos menghentikan tempo permainan di babak kedua. Tiga menit setelah kick-off dibunyikan, sepakan CR7 harus susah payah ditepis kiper Wilfredo Cabalero. Dua menit kemudian gawang Malaga kembali jebol. CR7 mencatatkan namanya di papan skor setelah melakukan kerja sama satu dua dengan Ozil. Skor 4-0.

CR7 kian menjadi-menjadi. Di menit ke-54, tendangan kerasnya di luar kotak penalti masih dapat diblok kiper Cabalero. Gempuran tiada henti dari anak-anak asuhan Jose Mourinho membuat Madrid unggul 5-0 lewat sundulan Benzema yang mendapat umpan manis dari Marcelo. Di menit ke-68, Madrid mendapat hadiah penalti menyusul hand-ball yang dilakukan Gaspar saat mengadang sepakan Marcelo. Gaspar mendapat kartu kuning kedua alias kartu merah. Eksekusi CR7 mulus. Skor 6-0.

Dua menit kemudian, kiper Cabalero kembali membuat aksi gemilang dengan melakukan penyelamatan atas upaya Benzema dan Ronaldo. Namun, di menit ke-77, Ronaldo mampu membuat hat-trick usai memanfaatkan pemain pengganti Sergio Canales. Usai mencetak hat-trick sekaligus menyamai perolehan Lionel Messi, 27 gol, Ronaldo menarik diri dari lapangan karena cedera. Berhubung Madrid telah melakukan 3 kali pergantian pemain, alhasil di sisa waktu pertandingan kedua tim sama-sama tampil dengan 10 pemain.(MEG)

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Nesta Pesimistis Milan Bisa Menangkan Liga Champion

Jelang Tottenham Hotspur vs AC Milan

Alessandro Nesta. (Foto : Galery Dunia Jenius)

Bek tengah AC Milan, Alessandro Nesta, tampaknya pesimistis mengenai laju Rossoneri di Liga Champion. Ia yakin Milan tak punya peluang untuk memenangkannya musim ini.

Kekhawatirannya itu muncul hanya beberapa hari menjelang leg kedua 16 besar Liga Champion, Rabu (9/3) mendatang, yang mengharuskan mereka bertandang ke White Hart Lane untuk menantang Tottenham Hotspur yang unggul agregat 1-0 dari leg pertama.

Ya, ketika menjamu Spurs di San Siro pada leg pertama dua pekan silam, Rossoneri harus menerima kenyataan pahit kalah di hadapan puluhan ribu Milanisti setelah Peter Crouch sukses menjebol gol semata wayang di pertandingan tersebut.

Nesta, yang sembilan tahun lalu bergabung dengan Milan setelah dijual oleh Lazio itu mengakui timnya sangat cemerlang bermain di kompetisi domestik saat ini. Rossoneri hingga saat ini masih berada di puncak klasemen Seri A dengan 58 poin dari 27 pertandingan yang sudah mereka mainkan.

Namun, bek veteran itu juga mengakui perjalanan yang bagus di liga tampaknya tidak begitu mulus di kancah Eropa. Saat menjalani babak grup, Milan harus berada satu grup dengan raksasa Spanyol, Real Madrid, klub besar Belanda, Ajax Amsterdam, dan tim asal Prancis, Auxerre.

Milan berhasil lolos ke fase knockout sebagai runner-up Grup G dengan raihan delapan poin, dari 2 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 2 kekalahan. Bahkan di penampilan mereka di fase knockout harus diawali dengan kekalahan di kandang oleh Spurs.

“Tahun ini liga lebih mudah dalam hal bagaimana skuad kami terbentuk, dan saya rasa kami bisa melakukannya,” ujar Nesta pada Milan Channel. “Sementara untuk Liga Champion, ini lebih sulit dan mungkin saat ini kami tidak siap untuk mengangkat trofi tersebut,” lanjutnya pesimistis.

Cesc Ingin Segera Sembuh Untuk Hadapi Barca

Jelang Barcelona vs Arsenal

Cesc Fabregas (Foto : Galery Dunia Jenius)

Gelandang sekaligus kapten Arsenal, Cesc Fabregas, berjanji akan segera sembuh dari cedera hamstringnya demi bisa tampil menghadapi Barcelona di leb kedua babak 16 besar Liga Champion, Rabu (9/3) dini hari WIB.

“Saya berlari, kondisi saya semakin membaik, dan tidak lagi merasakan sakit, kita lihat saja bagaimana perkembangannya dalam beberapa hari ke depan. Saya harap saya juga bisa tampil pada Sabtu (melawan Sunderland).”

Begitulah tekad Cesc di situs Resmi Arsenal, menanggapi peluangnya untuk segera sembuh. Ya, gelandang berkebangsaan Spanyol itu rupanya sangat ingin bisa menghadapi mantan klub yang pernah mendidiknya menjadi salah satu pemain kelas dunia itu. Keinginan itu semakin menjadi setelah sebelumnya Cesc gagal tampil menghadapi Barca di Camp Nou pada leg kedua babak perempat final Liga Champion musim lalu karena mengalami keretakan pada tulang betisnya.

“Kita akan melaluinya hari demi hari. Saya tahu kalau saya harus diganti saat menghadapi Stoke. Saya tahu kapan saya bisa bermain. Masih banyak lagi laga yang akan kami hadapi ke depannya, jadi saya tidak bisa mengambil resiko untuk absen selama tiga minggu ketika Anda mempunyai pilihan untuk hanya absen selama satu pekan,” tutup Fabregas.

Fabregas mendapat cedera hamstring ketika memperkuat Arsenal saat mengalahkan Stoke 1-0 pada Rabu (23/2) lalu. Akibatnya, Cesc pun terpaksa harus absen saat Arsenal kalah 1-2 dari Birmingham di final Piala Carling (27/2) serta replay Putaran V Piala FA yang dimenangkan The Gunners dengan skor 5-0 melawan Leyton Orient (2/3).

%d blogger menyukai ini: